SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Bupati Sidoarjo Subandi memastikan rumah tidak layak huni (RTLH) milik Subakin (60), warga Kecamatan Sedati, segera diperbaiki melalui program bantuan Pemkab Sidoarjo. Kepastian itu disampaikan saat inspeksi langsung ke lokasi, menyusul laporan kondisi rumah yang rusak parah dan membahayakan keselamatan penghuni.
Rumah yang ditempati Subakin bersama istri dan dua anaknya mengalami kerusakan serius, terutama pada bagian atap yang lapuk dimakan rayap dan rawan ambruk. Selain itu, dinding terlihat rapuh, lantai belum layak, serta sejumlah titik bocor saat hujan.
Dalam kunjungan tersebut, Subandi didampingi Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Warih Andono, Ketua Baznas Sidoarjo M Chasbil Aziz Salju Sodar, perwakilan Dinas Sosial, Plt Camat Sedati, kepala desa, serta perangkat setempat. Peninjauan dilakukan untuk memastikan validitas laporan sekaligus menentukan langkah teknis perbaikan.
“Saya berharap perbaikan rumah ini bisa segera dilaksanakan. Atap yang sudah lapuk akan diganti rangka baja ringan dan dipasang plafon agar lebih kuat dan tahan lama. Lantainya juga akan dikeramik supaya lebih bersih dan nyaman,” ujar Subandi.
Ia menargetkan proses pengerjaan dimulai setelah Lebaran agar keluarga Subakin segera menempati hunian yang lebih aman. Subandi juga mengapresiasi respons cepat pemerintah desa dan pengurus RT/RW yang aktif melaporkan kondisi warganya.
Menurutnya, pola jemput bola melalui sidak akhir pekan menjadi bagian strategi pelayanan publik. Selain meninjau RTLH, agenda tersebut juga mencakup inspeksi jalan rusak hingga kunjungan kepada warga sakit.
Program RTLH di Kabupaten Sidoarjo bersumber dari APBD, dukungan pemerintah pusat, serta kolaborasi dengan Baznas yang mengelola dana zakat dari ASN dan anggota DPRD. Dana tersebut disalurkan untuk bantuan pangan hingga perbaikan hunian warga kurang mampu.
Bagi Subakin yang bekerja serabutan, bantuan ini menjadi harapan baru. “Saya bersyukur dan berterima kasih. Semoga rumah kami segera diperbaiki,” ucapnya.
Subandi menegaskan, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat bukan sekadar simbolik, melainkan wujud komitmen memastikan pelayanan tepat sasaran. “Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan manfaat kehadiran pemerintah daerah,” pungkasnya.
Penulis : Tom
Editor : Zainul Arifin


















Komentar