Sinergi Pemkab Jember dan BP Taskin, Program SITASKIN Fokus Desa Miskin Ekstrem

Kamis, 12 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Jember Gus Fawait saat agenda SITASKIN di Jenggawah, Kamis (12/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Jember Gus Fawait saat agenda SITASKIN di Jenggawah, Kamis (12/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JEMBER, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Jember bersama Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) menargetkan penurunan signifikan angka kemiskinan dalam lima tahun ke depan. Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Jember, Gus Fawait, saat menggelar agenda Sinergi Percepatan Pengentasan Kemiskinan (SITASKIN) di Balai Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan ini dihadiri Wakil Ketua BP Taskin Iwan Sumule, jajaran perangkat daerah, serta perwakilan masyarakat penerima manfaat. Agenda tersebut menjadi langkah awal sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah dalam menangani kemiskinan, terutama di wilayah pedesaan.

Gus Fawait menyampaikan bahwa mayoritas penduduk miskin di Jember berada di kawasan pinggiran hutan, area perkebunan, dan pesisir pantai. Kondisi geografis tersebut berdampak pada keterbatasan akses pendidikan, layanan kesehatan, infrastruktur dasar, serta peluang ekonomi.

“Masalah kemiskinan tidak bisa diselesaikan sendirian. Harus ada sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Hari ini menjadi awal kolaborasi konkret melalui BP Taskin,” ujar Gus Fawait.

Ia menegaskan, pengentasan kemiskinan memerlukan pendekatan terintegrasi berbasis data, bukan sekadar bantuan sesaat. Target lima tahun ditetapkan sebagai kerangka kerja terukur dengan indikator capaian yang jelas.

“Ini bukan pekerjaan instan. Namun kami berkomitmen, dalam lima tahun ke depan angka kemiskinan Jember harus turun drastis dibanding periode sebelumnya,” tegasnya.

Sebagai langkah awal, Pemkab Jember menyalurkan bantuan simbolis yang menyasar berbagai sektor. Pada aspek ketahanan pangan, diserahkan 200 paket Gemarikan, paket sembako senilai Rp250.000, serta santunan tunai bagi keluarga rentan.

Di bidang kesehatan dan sanitasi, dilakukan aktivasi kembali PBI JKN bagi warga kurang mampu, pelaksanaan program jambanisasi, serta perbaikan atap rumah melalui Program Genting. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup dan mencegah risiko kesehatan akibat hunian tidak layak.

Pada sektor pendidikan dan inklusi sosial, pemerintah menyalurkan bantuan tablet bagi anak yatim usia TK dan SD untuk mendukung pembelajaran digital, serta Kacamata Pintar bagi warga tunanetra. Selain itu, diluncurkan Program Lansia Berdaya guna memastikan warga lanjut usia tetap mendapatkan perhatian dan dukungan sosial.

Sementara itu, Wakil Ketua BP Taskin Iwan Sumule menyebut Jember sebagai salah satu daerah prioritas nasional karena tingkat kemiskinan ekstrem yang masih relatif tinggi. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program agar tidak berhenti pada bantuan seremonial.

“Kuncinya kolaborasi dan keberlanjutan. Kami memastikan birokrasi tidak menjadi penghambat program kesejahteraan rakyat. Semua harus berbasis data dan tepat sasaran,” ujar Iwan.

Melalui SITASKIN, integrasi data kemiskinan antara pusat dan daerah diharapkan semakin akurat. Pemerintah menargetkan intervensi yang lebih terarah sehingga dampaknya langsung dirasakan masyarakat.

“Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis Jember bisa bangkit dan keluar dari persoalan kemiskinan secara bertahap dan berkelanjutan,” pungkas Gus Fawait.

Penulis : Herry

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 18:13

Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga

Berita Terbaru