Strategi Gus Fawait Hapus Kemiskinan Ekstrem Jember, Lahan Tidur Disiapkan

Selasa, 14 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Jember Gus Fawait saat diskusi publik strategi pengentasan kemiskinan di Universitas Jember, Senin 13 April 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Jember Gus Fawait saat diskusi publik strategi pengentasan kemiskinan di Universitas Jember, Senin 13 April 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JEMBER, RadarBangsa.co.id – Bupati Jember Gus Fawait mendorong kolaborasi strategis antara PTPN dan Perhutani untuk mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Jember. Langkah itu disampaikan dalam diskusi publik di Gedung Soedjarwo, Universitas Jember, Senin (13/04/2026).

Dalam forum yang dihadiri akademisi dan sejumlah pemangku kepentingan tersebut, Pemkab Jember menyoroti masih tingginya angka warga miskin di kawasan pinggir hutan dan pinggir kebun. Wilayah tersebut dinilai membutuhkan intervensi khusus agar target penurunan kemiskinan dapat tercapai.

Gus Fawait menjelaskan, persoalan kemiskinan di Jember selama satu dekade terakhir belum sepenuhnya terselesaikan. Meski tren penurunannya cukup signifikan dan menjadi salah satu yang tercepat di Jawa Timur, kantong-kantong kemiskinan ekstrem masih bertahan di daerah penyangga hutan dan perkebunan.

Menurut dia, potensi terbesar berada pada pengelolaan lahan hutan sosial milik Perum Perhutani seluas sekitar 36 ribu hingga 38 ribu hektare. Jika distribusi lahan dilakukan tepat sasaran kepada keluarga yang masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), kebijakan itu diyakini mampu mengangkat ribuan warga dari garis kemiskinan.

Selain sektor kehutanan, perhatian juga diarahkan ke lahan perkebunan milik PTPN 1 Regional 5. Pemkab Jember meminta perusahaan negara itu membuka ruang penyerapan tenaga kerja bagi warga sekitar kebun dan memanfaatkan lahan tidur untuk menggerakkan usaha ekonomi masyarakat.

Skema pemanfaatan aset tidak produktif tersebut dipandang bisa membuka lapangan kerja baru, terutama di wilayah perkotaan maupun kawasan penyangga perkebunan yang selama ini minim aktivitas ekonomi formal.

“Yang menjadi PR hari ini adalah kemiskinan yang berada di pinggir hutan dan pinggir kebun,” ujar Gus Fawait.

Ia menambahkan, distribusi lahan hutan sosial kepada warga miskin harus dikawal agar benar-benar diterima kelompok Desil 1 atau kategori miskin ekstrem. “Kalau satu KK diberi satu hektare, sudah ada puluhan ribu KK yang bisa terentaskan,” katanya.

Data Pemkab Jember mencatat masih ada sekitar 90 ribu kepala keluarga yang masuk kategori miskin ekstrem. Kondisi ini menjadi tantangan besar karena kelompok tersebut umumnya hidup dari pendapatan harian dan rentan terhadap gejolak harga kebutuhan pokok.

Jika sinergi antara Pemkab, Perhutani, PTPN, dan Badan Pertanahan Nasional berjalan efektif, kebijakan berbasis lahan produktif dapat menjadi model pengentasan kemiskinan berkelanjutan. Program ini juga sejalan dengan target pemerintah pusat mewujudkan zero kemiskinan ekstrem pada 2029.

Gus Fawait optimistis potensi sumber daya di Jember mampu menjadi jalan keluar bagi ribuan warga miskin.

“Saya yakin ini bisa kita urai ke depan dengan potensi yang ada,” pungkasnya.

Penulis : Herry

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru