Suasana Haru di Ponpes Al-Khoziny, Anggota DPD RI Lia Istifhama Sampaikan Empati Mendalam

Kamis, 2 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Musibah memilukan terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Runtuhnya musala empat lantai saat ratusan santri tengah beribadah Ashar, Senin (29/9/2025), meninggalkan duka mendalam. Hingga Rabu (1/10/2025), tercatat 91 santri masih diduga tertimbun reruntuhan bangunan.

Tangis dan doa mewarnai setiap upaya evakuasi. Para orang tua yang menunggu di luar pagar ponpes larut dalam suasana haru: ada yang bersujud syukur ketika anaknya ditemukan selamat, ada pula yang meratapi kepedihan karena kehilangan buah hati. Situasi semakin berat karena sebagian besar korban adalah santri remaja yang tengah menuntut ilmu agama.

Proses pencarian korban sudah berlangsung lebih dari 48 jam dan diwarnai banyak hambatan. Tim Basarnas, BNPB, BPBD, TNI, dan Polri berjibaku menyingkirkan material bangunan yang berat. Medan sulit membuat mereka harus menggali hingga ke gorong-gorong bawah tanah untuk mencapai titik di mana santri diyakini masih tertimbun. Dua unit crane dikerahkan untuk membantu mengangkat puing-puing.

Kepala BNPB Pusat, Letjen TNI Suharyanto, menyebutkan bahwa dari sekitar 100 santri yang teridentifikasi menjadi korban, tiga dinyatakan meninggal dunia, sementara 98 lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan berbeda. “Kami mohon doa dari seluruh masyarakat agar evakuasi berjalan lancar. Kondisi di lapangan sangat sulit, tetapi semangat tim penyelamat tidak pernah surut,” ujarnya.

Anggota DPD RI dari Jawa Timur, Lia Istifhama, turut menyampaikan belasungkawa mendalam. Ia menegaskan bahwa tragedi ini bukan hanya duka keluarga ponpes, tetapi juga duka seluruh bangsa. “Sebagai orang tua, saya bisa merasakan betapa pedihnya kehilangan anak yang dititipkan di pondok. Semoga wali santri diberi ketabahan, dan anak-anak yang wafat mendapat tempat terbaik di sisi Allah. Untuk yang masih menunggu pertolongan, mari kita berdoa bersama semoga Allah segera menolong,” ucapnya penuh haru.

Lia juga memberikan apresiasi kepada para petugas di lapangan yang bekerja tanpa kenal lelah. Ia menilai kehadiran Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, sejak hari pertama menunjukkan kepedulian penuh pemerintah daerah. “Kami berterima kasih kepada BNPB, BPBD, Basarnas, dan semua pihak yang sigap melakukan evakuasi meski dengan tantangan besar,” katanya.

Gubernur Khofifah memastikan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung Pemprov Jatim. Ia juga menginstruksikan semua rumah sakit, termasuk swasta, agar siaga penuh menangani para korban. “Tidak ada satupun korban yang boleh terlambat mendapatkan pertolongan medis,” tegasnya dalam konferensi pers di Media Center Ponpes Al-Khoziny.

Khofifah menambahkan, media diharapkan menyajikan informasi menenangkan, bukan menambah kepanikan. Menurutnya, suasana kondusif sangat penting bagi keluarga korban yang sedang berjuang dengan rasa cemas.

Selain penanganan medis, perhatian besar juga diarahkan pada pemulihan psikologis santri yang selamat. Trauma mendalam yang dialami anak-anak menjadi keprihatinan bersama. Banyak pihak berharap tragedi ini bisa memperkuat ketahanan mental mereka sebagai generasi penerus bangsa.

“Mari kita jadikan musibah ini sebagai momentum kebersamaan, kepedulian, dan doa tanpa henti. InsyaAllah, setiap tetes air mata, setiap doa, dan setiap tenaga yang dikerahkan akan menjadi amal jariyah,” tutur Lia Istifhama.

Tragedi runtuhnya musala Al-Khoziny bukan sekadar bencana fisik, tetapi juga ujian bagi solidaritas bangsa. Dari doa hingga tenaga, dari pemerintah hingga masyarakat, semua bahu-membahu agar 91 santri yang masih tertimbun dapat segera ditemukan. “Semoga Allah memberi jalan keluar terbaik bagi semua keluarga yang tengah berduka,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Berita Terbaru