SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Aktivitas sebagai senator tidak selalu identik dengan ruang rapat, dokumen kebijakan, dan pembahasan agenda serius. Bagi Anggota DPD RI asal Jawa Timur Dr. Lia Istifhama, ada ruang lain untuk membangun kedekatan dengan masyarakat, salah satunya melalui obrolan santai di meja makan.
Perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu dikenal memiliki gaya komunikasi yang cair. Di sela kesibukannya sebagai senator, putri KH Maskur Hasyim tersebut tak canggung menikmati kuliner, termasuk makan di kaki lima bersama sahabat maupun masyarakat.
“Suka makan kali lima, aura bintang lima,” menjadi ungkapan yang menggambarkan gaya tersebut.
Bagi Ning Lia, makan bersama bukan sekadar soal makanan. Aktivitas sederhana itu menjadi kesempatan untuk bertemu, berbagi cerita dan menjaga silaturahmi.
“Ada cerita, silaturahmi, dan suasana yang membuat hubungan antarmanusia menjadi lebih dekat,” kata Ning Lia, politisi yang dekat dengan Gen Z tersebut.
Gaya komunikasi yang santai juga terlihat dalam berbagai aktivitasnya. Ning Lia kerap menyapa masyarakat secara langsung, bercanda dengan anak muda, berpantun di tengah forum, hingga duduk bersama berbagai kelompok untuk mendengarkan cerita dan aspirasi mereka.
Pendekatan itu sejalan dengan prinsip yang ia sebut “mudun ngisor”, yakni turun langsung ke masyarakat untuk melihat persoalan dari dekat. Pendekatan tersebut juga menjadi salah satu hal yang disorot dalam pemberitaan mengenai kiprahnya sebagai senator.
Sisi humanis itu berjalan beriringan dengan aktivitas Ning Lia di bidang kebijakan publik. Sepanjang 2026, ia mendapat sejumlah apresiasi atas kiprahnya.
Pada April 2026, Ning Lia meraih tiga penghargaan, yakni KWP Award sebagai Senator Penguat Kebijakan Publik, Tokoh Perempuan Inspiratif dalam rangka HPN dan HUT ke-80 PWI, serta Beritajatim Award 2026 kategori Politisi Perempuan Penguatan Demokrasi.
Pada akhir Juli 2026, Ning Lia juga didapuk menjadi senator idola Gen Z. Kemudian pada September 2026, ia kembali mendapat penghargaan Senator Penggerak Demokrasi dalam ajang 9.9 Awarding Ketik.com.
Penghargaan tersebut diberikan atas kiprahnya dalam mendorong partisipasi publik dan mendekatkan demokrasi kepada masyarakat, termasuk generasi muda.
Di tengah berbagai capaian tersebut, Ning Lia tetap mempertahankan gaya sederhana ketika berinteraksi dengan berbagai kalangan.
Direktur ARCI Nanang Haromain sebelumnya mengatakan Ning Lia memiliki karakter sendiri ketika membahas kebijakan, tetapi dapat larut dalam obrolan ringan saat makan bersama.
Menurut Nanang, Ning Lia bisa serius ketika membahas aspirasi masyarakat, tetapi tetap menghadirkan senyum dan canda ketika bertemu anak muda.
“Barangkali di situlah sisi menarik Ning Lia yakni prestasi boleh tinggi, tetapi cara bergaul tetap membumi,” katanya.
Soal makanan pun, Ning Lia tak selalu memilih tempat dengan suasana formal. Ia menganggap makan di kaki lima sebagai bagian dari menikmati kehidupan di sela rutinitas.
“Ya, sesekali memang harus begitu (makan di kaki lima,red). Sebab hidup tidak melulu tentang rapat dan pekerjaan. Ada pula waktu untuk menikmati makanan, berbagi cerita, dan mensyukuri kebersamaan,” kata Ning Lia yang identik dengan perempuan anggun berbalut kebaya dan bawahan batik tersebut.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar