Surabaya Bergerak, Gubernur Khofifah Gas Pasar Murah Ramadhan, DPD RI Lia Istifhama Tekankan Efek Ganda Ekonomi

Senin, 23 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Anggota DPD RI Lia Istifhama saat meninjau pasar murah Pemprov Jatim di Surabaya, Senin (23/2). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Anggota DPD RI Lia Istifhama saat meninjau pasar murah Pemprov Jatim di Surabaya, Senin (23/2). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar pasar murah untuk pengendalian inflasi dan stabilisasi harga bahan pokok menjelang Ramadhan. Kegiatan yang berlangsung di Masjid At Taqwa Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, Senin (23/2), itu diserbu warga sejak siang hari.

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, hadir langsung di lokasi. Politisi yang akrab disapa Ning Lia itu memberikan apresiasi atas langkah konsisten Pemprov Jatim di bawah kepemimpinan Khofifah Indar Parawansa dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, terutama menjelang bulan suci Ramadan.

“Ini bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Kita tahu setiap Ramadan kebutuhan meningkat, sehingga pasar murah sangat relevan untuk membantu warga,” ujar Ning Lia.

Ia menilai, intervensi harga melalui bazar sembako murah bukan hanya memberi akses bahan pokok dengan harga lebih rendah, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi warga. Menurutnya, pelibatan pelaku usaha lokal dalam pasar murah menciptakan efek berganda atau multiplier effect yang berdampak pada perputaran ekonomi tingkat bawah.

“Bukan hanya masyarakat mendapatkan harga terjangkau, tetapi juga ada keberkahan karena pelaku usaha kecil ikut bergerak. Ini efek gandanya terasa,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan sosial kepada kelompok rentan. Sebanyak 90 sak beras masing-masing 5 kilogram dibagikan kepada warga lanjut usia. Selain itu, 50 kantong telur disalurkan bagi anak-anak dan ibu hamil sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan keluarga.

Secara teknis, pasar murah menyediakan berbagai komoditas dengan harga di bawah rata-rata pasar tradisional. Beras premium dijual Rp14.000 per kilogram dan beras medium Rp11.000 per kilogram. MinyaKita dipasarkan Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, serta tepung terigu Rp10.000 per kilogram.

Untuk komoditas protein dan hortikultura, telur ayam ras dijual Rp22.000 per kemasan dan daging ayam ras Rp30.000 per kemasan. Bawang putih dilepas Rp6.000 per 250 gram dan bawang merah Rp7.000 per 250 gram.

Sementara itu, komoditas cabai yang kerap memicu inflasi menjelang hari besar keagamaan juga tersedia dengan harga terkendali. Cabai rawit merah dijual Rp4.000 per 100 gram, sedangkan cabai merah besar Rp2.000 per 100 gram.

Langkah ini dinilai strategis mengingat fluktuasi harga pangan menjadi salah satu faktor utama penyumbang inflasi daerah. Pengendalian harga melalui intervensi langsung di titik distribusi dinilai mampu menekan gejolak pasar sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Antusiasme warga terlihat dari antrean yang tertib sejak awal acara. Banyak di antara mereka mengaku terbantu dengan selisih harga yang cukup signifikan dibandingkan pasar umum.

Ning Lia berharap program serupa terus diperluas ke berbagai titik di Jawa Timur agar dampaknya semakin merata. “Penguatan logistik keluarga selama Ramadan penting agar masyarakat bisa beribadah dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga,” ujarnya.

Ia menegaskan, pengendalian inflasi bukan semata tanggung jawab pemerintah daerah, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor, termasuk dukungan legislatif dan partisipasi masyarakat.

“Kalau stabilitas harga terjaga, ekonomi daerah juga lebih kuat. Ini yang harus kita kawal bersama,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru