Tanah 300 Hektare Disita, KPK Kejar Aset Tersangka Korupsi Gedung Pemkab Lamongan

Sabtu, 8 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penyidik KPK dan warga berada di lokasi tanah yang diduga disita terkait perkara korupsi pembangunan Gedung Pemkab Lamongan di Desa Puter, Kecamatan Kembangbahu, Kamis (6/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Penyidik KPK dan warga berada di lokasi tanah yang diduga disita terkait perkara korupsi pembangunan Gedung Pemkab Lamongan di Desa Puter, Kecamatan Kembangbahu, Kamis (6/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan dugaan korupsi proyek pembangunan Gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan Tahun Anggaran 2017–2019. Penyidik menelusuri sekaligus menyita sejumlah aset yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut sebagai bagian dari upaya pemulihan kerugian negara.

Salah satu penyitaan dilakukan di Desa Puter, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan. Tim penyidik KPK mendatangi lokasi tanah yang diduga merupakan aset milik Ahmad Abdillah, Direktur PT Agung Pradana Putra, salah satu tersangka dalam perkara tersebut.

Dalam proses penyitaan, penyidik melibatkan perangkat Desa Puter untuk menunjukkan lokasi bidang tanah yang dimaksud. Sekretaris Desa Puter, Heru Sutekno, membenarkan kedatangan tim penyidik KPK pada Kamis (6/8/2026).

“Saya hanya diminta menunjukkan sebidang tanah oleh petugas KPK. Menurut mereka tanah itu milik Ahmad Abdillah atau Abid. Kalau keterkaitannya dengan kasus korupsi saya tidak tahu, saya hanya menunjukkan saja,” ujar Heru kepada wartawan.

Heru memperkirakan lahan yang menjadi objek penyitaan memiliki luas lebih dari 300 hektare. “Sebidang tanah yang disita KPK luasnya sekitar 300 hektare lebih,” katanya.

Penyidik juga mendatangi Balai Desa Bangkalan Pule, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan. Kedatangan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penelusuran aset yang diduga berkaitan dengan perkara pembangunan Gedung Pemkab Lamongan.

KPK sebelumnya menetapkan empat orang sebagai tersangka pada Juni 2026. Tiga tersangka telah menjalani penahanan selama 20 hari pertama, yakni Mokh Sukiman selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Ahmad Abdillah selaku Direktur PT Agung Pradana Putra, serta Herman Dwi Haryanto, mantan General Manager Divisi Regional III PT Bumi Asri Prima (BAP).

Satu tersangka lainnya berinisial MYM yang menjabat sebagai Komite Manajemen Proyek dijadwalkan menyusul menjalani proses penahanan.

Dalam perkara tersebut, KPK memperkirakan kerugian keuangan negara mencapai sekitar Rp35,7 miliar. Nilai proyek pembangunan Gedung Pemkab Lamongan yang menjadi objek penyidikan diperkirakan sekitar Rp151 miliar.

Langkah tersebut dilakukan setelah penyidik menelusuri aset yang diduga terkait salah satu tersangka. Penelusuran dan penyitaan aset menjadi bagian dari rangkaian penyidikan yang berjalan bersamaan dengan proses hukum terhadap para tersangka.

Hingga saat ini, informasi mengenai aset yang ditelusuri di lokasi tersebut masih terbatas pada kegiatan penyitaan dan penelusuran oleh penyidik. Nilai aset serta kepastian status hukumnya belum disampaikan resmi oleh KPK.

Penyitaan aset yang diduga berkaitan dengan tindak pidana korupsi menjadi bagian dari strategi asset recovery untuk mengembalikan kerugian keuangan negara sesuai ketentuan yang berlaku.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:13

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Berita Terbaru