Tim Kyai Lodra Bawa Pulang Piala Presiden, Khofifah Dorong Reog Jadi Kekuatan Budaya dan Ekonomi

Sabtu, 27 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi kepada Tim Kesenian Kyai Lodra yang sukses meraih Juara Umum Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI sekaligus membawa pulang Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia. Penghargaan tersebut diserahkan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian seni budaya yang menjadi identitas Jawa Timur.

Selain memberikan penghargaan kepada tim juara umum, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyerahkan piagam penghargaan dan uang apresiasi kepada 77 anggota Tim Kyai Lodra. Masing-masing anggota menerima apresiasi sebesar Rp1 juta, sedangkan tim memperoleh piagam penghargaan serta uang pembinaan senilai Rp40 juta atas prestasi yang diraih di tingkat nasional.

Khofifah menilai keberhasilan Tim Kyai Lodra bukan hanya menjadi kebanggaan Kabupaten Ponorogo, tetapi juga seluruh masyarakat Jawa Timur. Menurutnya, kemenangan tersebut membuktikan bahwa kesenian tradisional tetap mampu bersaing, berkembang, dan mempertahankan kualitasnya di tengah perubahan zaman.

“Keberhasilan Tim Kesenian Kyai Lodra menjadi bukti nyata kesenian tradisi Jawa Timur tetap memiliki daya tarik, relevansi, dan kualitas terbaiknya di tengah dinamika zaman. Tradisi bukanlah sesuatu yang statis, melainkan terus bertransformasi tanpa kehilangan nilai-nilai luhur yang menjadi ruhnya,” kata Khofifah.

Ia menjelaskan Reog Ponorogo bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi merupakan simbol jati diri masyarakat Jawa Timur yang sarat dengan nilai keberanian, ketangguhan, gotong royong, kreativitas, serta penghormatan terhadap warisan budaya yang diwariskan lintas generasi.

Karena itu, pelestarian Reog harus terus diperkuat melalui pembinaan yang berkelanjutan, regenerasi seniman, serta pemberian ruang kreatif bagi generasi muda. Menurutnya, langkah tersebut menjadi kunci agar kesenian tradisional tetap hidup dan dicintai masyarakat.

Khofifah mengatakan perkembangan teknologi dan arus globalisasi tidak boleh menggeser posisi budaya lokal. Sebaliknya, budaya harus menjadi fondasi pembentukan karakter sekaligus identitas bangsa di tengah persaingan global.

“Pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui upaya menjaga warisan yang telah ada. Kita juga harus membuka ruang yang luas bagi kreativitas, inovasi, dan regenerasi agar budaya tetap relevan, dicintai, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat ekosistem kebudayaan melalui kolaborasi antara pemerintah, seniman, akademisi, komunitas budaya, hingga masyarakat. Menurutnya, budaya memiliki potensi besar untuk mendukung pembangunan daerah sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat ekosistem kebudayaan, memperluas ruang kreativitas bagi generasi muda, serta menjadikan budaya sebagai kekuatan karakter sekaligus kekuatan pembangunan daerah,” terangnya.

Khofifah berharap prestasi Tim Kyai Lodra menjadi motivasi bagi seluruh pelaku seni budaya di Jawa Timur untuk terus berkarya tanpa meninggalkan akar tradisi. Ia menilai keberhasilan tersebut harus menjadi pemacu lahirnya generasi penerus yang mampu membawa Reog Ponorogo semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

“Mari kita jaga, lestarikan, dan wariskan semangat Reog kepada generasi penerus. Karena di dalamnya tersimpan jati diri, karakter, serta kebanggaan Jawa Timur yang akan terus menguatkan Indonesia,” pungkasnya.

Ketua Tim Kesenian Kyai Lodra, Joko Winarko, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya Gubernur Khofifah dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur. Menurutnya, pembinaan dan pendampingan yang diberikan selama ini menjadi salah satu faktor penting di balik keberhasilan tim meraih prestasi.

Joko menjelaskan, selain menyabet gelar Juara Umum Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI, Tim Kyai Lodra juga memborong sejumlah penghargaan bergengsi, yakni Penyaji Terbaik, Penata Musik Terbaik, dan Penata Tari Terbaik.

“Alhamdulillah kami berhasil meraih juara umum sekaligus memperoleh penghargaan penyaji terbaik, penata musik terbaik, dan penata tari terbaik. Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras seluruh anggota tim serta dukungan dari berbagai pihak,” ungkapnya.

Ia berharap Reog Ponorogo terus berkembang sebagai ruang pengabdian bagi para seniman, budayawan, akademisi, dan generasi muda dalam menjaga, mengembangkan, serta memajukan seni budaya Indonesia.

“Semoga semakin banyak generasi muda yang ikut mengemban tugas melestarikan, mengembangkan, dan memajukan seni budaya di Jawa Timur sehingga Reog tetap menjadi kebanggaan bangsa,” tutupnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru