KENDAL,RadarBangsa.co.id – Petugas Sektor Kendal Bawah melakukan monitoring ke enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Senin (27/7/2026) malam untuk menindaklanjuti kesepakatan antara Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG dan koperasi mengenai penerapan harga telur sebesar Rp26 ribu per kilogram di tingkat SPPG.
Monitoring dilakukan oleh tim yang terdiri atas Ahmad Subakir, Julianto, dan Sumarto. Kegiatan ini bertujuan menyampaikan hasil koordinasi kepada pengelola SPPG sekaligus memantau respons serta implementasi kesepakatan harga telur di lapangan.
Kunjungan pertama dilakukan di SPPG Yayasan Saetik Saeko Proyo. Petugas bertemu Asisten Laboratorium (Aslab) Riko dan menyampaikan hasil kesepakatan harga telur yang telah disetujui bersama. Berdasarkan informasi yang diterima, pasokan telur di SPPG tersebut masih berasal dari Azka Frozen. Namun, upaya konfirmasi kepada pemasok melalui sambungan telepon maupun WhatsApp belum memperoleh tanggapan. Sementara itu, sumber lain menyebut harga telur yang diterima SPPG masih sebesar Rp22.500 per kilogram atau mengacu pada harga siaran koperasi.
“Saat kunjungan berlangsung, kepala dapur maupun Kepala SPPG tidak berada di lokasi dan dijadwalkan hadir pada pukul 07.00 WIB,” ujar Ahmad Subakir kepada RadarBangsa.co.id.
Di SPPG Yayasan Bahurekso Peduli Nusantara, petugas bertemu Aslab Azis yang menyatakan akan meneruskan informasi hasil kesepakatan kepada pihak koperasi dan yayasan. Kepala dapur maupun Kepala SPPG juga belum berada di lokasi saat monitoring dilakukan.
Sementara itu, di SPPG Yayasan Tadan PM, petugas hanya bertemu petugas keamanan bernama Suryo. Pesan terkait hasil kesepakatan harga telur kemudian dititipkan untuk segera disampaikan kepada pengelola SPPG.
Monitoring juga dilakukan di SPPG Mawadah BG. Ketua Uswatun Hasanah menerima penyampaian hasil koordinasi tersebut. Dari hasil pemantauan diketahui harga pembelian telur di SPPG tersebut masih berkisar Rp23.500 per kilogram atau mengikuti harga siaran koperasi dengan tambahan biaya tertentu.
Kondisi serupa ditemukan di SPPG Yayasan Al Muksin dan SPPG Yayasan Mandiri Semesta Pegandon. Petugas meminta agar hasil kesepakatan antara Korwil SPPG dan koperasi segera diteruskan kepada kepala SPPG maupun pengelola agar dapat segera ditindaklanjuti.
Seluruh rangkaian kegiatan didokumentasikan dalam bentuk foto dan video. Petugas juga membagikan nomor telepon Ketua Sektor Kendal Bawah kepada masing-masing SPPG sebagai sarana koordinasi dan komunikasi.
Berdasarkan hasil monitoring, petugas menyimpulkan bahwa hingga saat pemantauan dilakukan belum ada SPPG di wilayah Kendal Bawah yang menerapkan kesepakatan harga telur sebesar Rp26 ribu per kilogram sebagaimana hasil koordinasi antara Korwil SPPG dan koperasi.
Selain itu, sejumlah pemasok disebut enggan memberikan keterangan karena khawatir kehilangan kerja sama. Beberapa relawan juga mengaku tidak berani menyampaikan pendapat kepada pengelola lantaran khawatir berdampak pada keberlangsungan pekerjaan mereka.
Penulis : Tim
Editor : Arifin Zaenul


















Komentar