Tragedi Pantai Tajungan Sampang, Anak Hilang Terseret Ombak Ditemukan Meninggal

Senin, 11 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban terseret ombak di Pantai Tajungan Sampang, Minggu (10/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban terseret ombak di Pantai Tajungan Sampang, Minggu (10/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SAMPANG, RadarBangsa.co.id – Peristiwa tragis terjadi di Pantai Tajungan, Dusun Cangak, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Minggu (10/5/2026). Seorang anak dilaporkan hilang setelah terseret ombak saat bermain dan mandi di bibir pantai bersama tiga rekannya.

Korban sempat berusaha diselamatkan oleh temannya. Namun derasnya arus dan tingginya ombak membuat pegangan terlepas hingga korban hilang dari pantauan warga di lokasi kejadian.

Insiden tersebut langsung memicu operasi pencarian gabungan yang melibatkan Tim SAR BPBD Sampang, Basarnas, Pos AL Banyuates, Samapta Polres Sampang, Polsek Sokobanah, serta warga sekitar.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sampang, Mohammad Hozin mengatakan laporan pertama diterima pihaknya sekitar pukul 07.12 WIB.

“Korban sebelumnya selesai olahraga bersama tiga temannya, lalu bermain sekaligus mandi di laut sekitar Pantai Tajungan. Saat kejadian kondisi ombak cukup tinggi dan arus sangat kuat,” ujarnya.

Menurut Hozin, korban sempat ditolong salah satu rekannya dengan cara dipegang. Namun upaya penyelamatan gagal karena kuatnya terjangan ombak.

“Salah satu temannya berusaha mempertahankan pegangan, tetapi arus terlalu kuat hingga korban akhirnya terlepas dan terseret ombak,” katanya.

Sementara dua rekan korban lainnya berhasil menyelamatkan diri ke tepian pantai. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke aparat dan diteruskan ke BPBD Kabupaten Sampang untuk penanganan darurat.

Tim gabungan kemudian bergerak ke lokasi untuk melakukan asesmen serta pencarian menggunakan perahu karet di area korban tenggelam. Cuaca dan arus laut yang cukup ekstrem sempat menyulitkan proses pencarian.

Tragedi ini kembali menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap aktivitas di kawasan pantai, terutama saat kondisi ombak tinggi. Minimnya pengawasan serta rendahnya kesadaran keselamatan di lokasi wisata alam masih menjadi persoalan yang kerap memicu insiden serupa.

BPBD juga mengimbau warga dan pengunjung agar tidak mandi terlalu ke tengah laut ketika cuaca buruk maupun arus sedang kuat.

Setelah dilakukan pencarian intensif, korban akhirnya ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia. Saat ditemukan, terdapat luka pada bagian pelipis mata korban.

“Jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkas Hozin.

Penulis : Yak

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kebakaran Kandang Ayam di Lamongan, 12 Ribu Ekor Ayam Mati dan Kerugian Rp600 Juta
Aksi 250 Buruh di Lamongan, PT PHS Sepakati Pesangon Rp60 Juta, Polsek Tikung Siaga
Motor Beat Masuk Kolong Truk Fuso di Kendal, Pengendara Luka dan Kaki Patah
Diduga Garap Lahan Warga, PT Padasa Enam Utama Diberi Waktu 3 x 24 Jam untuk Merespons
Sempat Tanpa Identitas, Perempuan 65 Tahun Ditemukan di Pinggir Jalan Lamongan
Dolomit atau Bentonit, DLH Lamongan Turun Cek Lima Industri Usai Protes Warga Paciran
Angin Kencang Robohkan 15 Tenda Pameran di Babat Lamongan
Lahan Tebu 4.000 Meter Persegi di Lamongan Terbakar, Ini Penyebabnya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:13

Kebakaran Kandang Ayam di Lamongan, 12 Ribu Ekor Ayam Mati dan Kerugian Rp600 Juta

Selasa, 15 September 2026 - 14:50

Aksi 250 Buruh di Lamongan, PT PHS Sepakati Pesangon Rp60 Juta, Polsek Tikung Siaga

Selasa, 15 September 2026 - 09:35

Motor Beat Masuk Kolong Truk Fuso di Kendal, Pengendara Luka dan Kaki Patah

Senin, 14 September 2026 - 19:39

Diduga Garap Lahan Warga, PT Padasa Enam Utama Diberi Waktu 3 x 24 Jam untuk Merespons

Senin, 14 September 2026 - 08:28

Sempat Tanpa Identitas, Perempuan 65 Tahun Ditemukan di Pinggir Jalan Lamongan

Berita Terbaru