Tragis! Bocah 8 Tahun Terseret Arus Kali Pasinan Lamongan, Ditemukan Meninggal

- Redaksi

Rabu, 15 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim gabungan membawa korban ke puskesmas usai dievakuasi dari Kali Pasinan, Lamongan, Selasa 14 April 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Tim gabungan membawa korban ke puskesmas usai dievakuasi dari Kali Pasinan, Lamongan, Selasa 14 April 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Peristiwa tragis terjadi di Kabupaten Lamongan. Seorang bocah berinisial MZ (8), warga Kelurahan Brondong, Kecamatan Brondong, meninggal dunia setelah tenggelam di aliran Kali Pasinan saat hujan deras, Selasa (14/4/2026) sore.

Korban diduga terpeleset ketika bermain di depan rumahnya saat debit air kali meningkat tajam akibat hujan deras. Arus yang deras membuat korban terseret hingga ratusan meter dari lokasi awal kejadian.

Insiden bermula sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu korban bermain di sekitar rumah di tengah kondisi hujan lebat. Luapan air Kali Pasinan membuat aliran semakin deras dan berbahaya.

Diduga kurang berhati-hati, korban terpeleset lalu jatuh ke dalam kali. Mengetahui anaknya tercebur, ibu korban berinisial EP (29) langsung berusaha menolong dengan menceburkan diri ke air. Namun derasnya arus membuat upaya penyelamatan gagal.

Korban kemudian terseret ke arah utara menuju muara laut. Warga yang mengetahui kejadian segera berdatangan membantu pencarian dan melapor kepada aparat kepolisian.

Sekitar pukul 17.30 WIB, tim gabungan dari Satpolairud Polres Lamongan, Polsek Brondong, instansi terkait, serta masyarakat melakukan pencarian di sepanjang aliran Kali Pasinan. Setelah penyisiran intensif selama tiga jam, korban ditemukan sekitar pukul 20.30 WIB, berjarak kurang lebih 200 meter dari titik awal terjatuh.

Saat ditemukan, korban dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke rumah duka.

Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan duka cita sekaligus memastikan petugas bergerak cepat dalam proses pencarian.

“Kami turut berduka cita atas kejadian ini. Personel gabungan telah bergerak cepat melakukan pencarian hingga korban berhasil ditemukan,” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat, terutama saat cuaca ekstrem melanda. Hujan deras dapat menyebabkan kenaikan debit sungai secara mendadak dan menciptakan arus berbahaya, terutama bagi anak-anak.

Kepolisian mengimbau para orang tua meningkatkan pengawasan dan melarang anak bermain di sekitar sungai, selokan, maupun genangan air saat hujan turun.

“Orang tua diharapkan tidak membiarkan anak bermain di sekitar aliran air saat hujan serta selalu memastikan anak berada dalam pengawasan,” pungkas IPDA Hamzaid.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pipa Bocor di Kerumutan Pelalawan Bikin Cemas, Rembesan Minyak Dekati Permukiman
Pariwisata Kendal Diproyeksikan Jadi Alternatif Unggulan, Taj Yasin: Dorong Ekonomi Daerah
Pukis Desak Audit Total Perkeretaapian Usai Tragedi Bekasi Timur
Dini Hari Disikat! Modus Pembeli Palsu Gasak Tas Pedagang Semarang
Arus Ganas Suramadu Telan Pemuda Bangkalan, Ditemukan Tak Bernyawa
Green SM Mogok di Rel hingga Tertabrak, Politisi Muda Soroti Celah Keselamatan
Sekdes di Sumenep Diduga Aniaya Anak, Korban Terbaring di Puskesmas
Waspada Kemarau Ekstrem 2026, Khofifah Minta Daerah Bergerak Cepat

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:14 WIB

Pipa Bocor di Kerumutan Pelalawan Bikin Cemas, Rembesan Minyak Dekati Permukiman

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:16 WIB

Pariwisata Kendal Diproyeksikan Jadi Alternatif Unggulan, Taj Yasin: Dorong Ekonomi Daerah

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:55 WIB

Pukis Desak Audit Total Perkeretaapian Usai Tragedi Bekasi Timur

Kamis, 30 April 2026 - 20:22 WIB

Dini Hari Disikat! Modus Pembeli Palsu Gasak Tas Pedagang Semarang

Rabu, 29 April 2026 - 09:47 WIB

Arus Ganas Suramadu Telan Pemuda Bangkalan, Ditemukan Tak Bernyawa

Berita Terbaru