BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Banyuwangi bergerak lebih adaptif dan responsif di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat serta tekanan fiskal daerah. Pesan itu disampaikan saat peringatan Hari Kesadaran Nasional (HKN), Jumat (17/4/2026).
Seruan tersebut menjadi penting karena pelayanan publik kini dituntut serba cepat, tepat, dan solutif. Di saat bersamaan, pemerintah daerah menghadapi pengurangan transfer pusat sebesar Rp665 miliar yang berpotensi memengaruhi ruang gerak anggaran.
“Tuntutan masyarakat kepada pemerintah saat ini semakin tinggi. Ditambah lagi perubahan zaman yang begitu cepat. Sebagai abdi negara, kita harus lebih adaptif dan responsif, sehingga kebijakan yang kita buat betul-betul bisa menjawab kebutuhan mereka,” kata Mujiono.
Upacara HKN digelar secara hybrid dengan sekitar 900 peserta. Sebagian hadir langsung di halaman Kantor Bupati Banyuwangi, sementara lainnya mengikuti secara daring dari masing-masing organisasi perangkat daerah.
Mujiono menegaskan, tantangan pemerintah ke depan semakin kompleks. Selain dampak ekonomi global, keterbatasan fiskal menuntut birokrasi bekerja lebih efisien tanpa menurunkan kualitas layanan kepada warga.
“Di tengah berbagai tantangan, Banyuwangi harus terus melangkah maju. Mari bergerak bersama, bekerja bersama dan menyelesaikan setiap persoalan secara bersama-sama,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya inovasi sebagai jalan keluar di tengah keterbatasan anggaran. Menurutnya, kreativitas birokrasi dibutuhkan untuk menjaga program prioritas tetap berjalan, mulai dari pelayanan administrasi, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Bagi warga, perubahan pola kerja ASN akan berdampak langsung pada kecepatan layanan, kemudahan akses program pemerintah, dan efektivitas penanganan persoalan di lapangan. Karena itu, reformasi birokrasi tidak boleh berhenti pada slogan.
“Inovasi adalah kunci. Di tengah keterbatasan, kita harus mampu mencari perubahan, memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, serta mengoptimalkan potensi daerah agar tetap mampu tumbuh dan berkembang,” pungkas Mujiono.
Lainnya:
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
- Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








