Transfer Daerah Dipangkas Rp665 Miliar, ASN Banyuwangi Diminta Lebih Responsif

- Redaksi

Sabtu, 18 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono memimpin upacara Hari Kesadaran Nasional di halaman Kantor Bupati Banyuwangi, Jumat, 17 April 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono memimpin upacara Hari Kesadaran Nasional di halaman Kantor Bupati Banyuwangi, Jumat, 17 April 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Banyuwangi bergerak lebih adaptif dan responsif di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat serta tekanan fiskal daerah. Pesan itu disampaikan saat peringatan Hari Kesadaran Nasional (HKN), Jumat (17/4/2026).

Seruan tersebut menjadi penting karena pelayanan publik kini dituntut serba cepat, tepat, dan solutif. Di saat bersamaan, pemerintah daerah menghadapi pengurangan transfer pusat sebesar Rp665 miliar yang berpotensi memengaruhi ruang gerak anggaran.

“Tuntutan masyarakat kepada pemerintah saat ini semakin tinggi. Ditambah lagi perubahan zaman yang begitu cepat. Sebagai abdi negara, kita harus lebih adaptif dan responsif, sehingga kebijakan yang kita buat betul-betul bisa menjawab kebutuhan mereka,” kata Mujiono.

Upacara HKN digelar secara hybrid dengan sekitar 900 peserta. Sebagian hadir langsung di halaman Kantor Bupati Banyuwangi, sementara lainnya mengikuti secara daring dari masing-masing organisasi perangkat daerah.

Mujiono menegaskan, tantangan pemerintah ke depan semakin kompleks. Selain dampak ekonomi global, keterbatasan fiskal menuntut birokrasi bekerja lebih efisien tanpa menurunkan kualitas layanan kepada warga.

“Di tengah berbagai tantangan, Banyuwangi harus terus melangkah maju. Mari bergerak bersama, bekerja bersama dan menyelesaikan setiap persoalan secara bersama-sama,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya inovasi sebagai jalan keluar di tengah keterbatasan anggaran. Menurutnya, kreativitas birokrasi dibutuhkan untuk menjaga program prioritas tetap berjalan, mulai dari pelayanan administrasi, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bagi warga, perubahan pola kerja ASN akan berdampak langsung pada kecepatan layanan, kemudahan akses program pemerintah, dan efektivitas penanganan persoalan di lapangan. Karena itu, reformasi birokrasi tidak boleh berhenti pada slogan.

“Inovasi adalah kunci. Di tengah keterbatasan, kita harus mampu mencari perubahan, memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, serta mengoptimalkan potensi daerah agar tetap mampu tumbuh dan berkembang,” pungkas Mujiono.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga
Blitar Siaga Kemarau 2026, 21 Desa Masuk Zona Merah Kekeringan

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:19 WIB

BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terbaru