LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Transformasi digital menjadi benang merah dalam penyelenggaraan Lamongan Award 2025 yang digelar di Pendopo Lokatantra, Jumat (5/12). Pemerintah Kabupaten Lamongan menempatkan digitalisasi sebagai fondasi percepatan layanan publik sekaligus penguatan daya saing daerah.
Dari total 203 inovasi yang dinilai, sebanyak 72 di antaranya merupakan inovasi digital. Angka ini menunjukkan pergeseran paradigma birokrasi Lamongan yang makin adaptif terhadap teknologi. Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan bahwa digitalisasi bukan lagi opsi, melainkan kebutuhan dalam merespons tuntutan masyarakat. “Kami mendorong inovasi digital agar pelayanan lebih cepat, akurat, dan mudah dijangkau,” ucapnya.
Inovasi digital yang mencuat antara lain Simaya (Sistem Informasi Pembayaran PBB-P2), Megpreneur untuk pengembangan UMKM, hingga aplikasi pendidikan berbasis AI karya Kurnia Yahya dari SMK Muhammadiyah 1 Lamongan yang mampu membuat modul ajar secara otomatis. Pemerintah menilai inovasi semacam ini memberi peluang besar untuk meningkatkan kualitas layanan dasar seperti pendidikan dan administrasi publik.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menegaskan bahwa digitalisasi harus menyentuh kebutuhan nyata warga, bukan sekadar proyek berbasis tren. Ia menyampaikan bahwa inovasi harus berangkat dari riset dan mampu memberikan solusi berkelanjutan. “Digital bukan hanya aplikasi. Ia adalah cara baru pemerintah bekerja dan memahami warganya,” tegasnya.
Transformasi digital juga diperkuat melalui sinkronisasi inovasi dengan RPJMD, Renstra, dan prioritas pembangunan nasional. Pemerintah daerah memastikan setiap inovasi memiliki jalur implementasi yang jelas agar tidak mandek. Selain inovasi digital, pemerintah turut memberikan apresiasi kepada kecamatan berprestasi dalam peningkatan pendapatan daerah, termasuk Deket, Pucuk, Mantup, dan Kalitengah.
Lamongan Award 2025 dianggap sebagai momentum memperkuat arah digitalisasi birokrasi dan membangun standar baru bagi pelayanan publik. Pemerintah daerah berharap digitalisasi dapat memperkecil celah pelayanan manual dan menjangkau masyarakat lebih luas.
Lainnya:
- Konten Digital Kian Tak Terkendali, DPD RI dan KPID Jatim Desak RUU Penyiaran Dikebut
- 230 Cakades di Sidoarjo Dikumpulkan, Subandi Singgung Politik Uang dan Ancaman Korupsi Desa
- Pasar Tradisional di Sidoarjo Terancam Sepi, Bupati Subandi Siapkan Revitalisasi dan Digitalisasi Besar-Besaran
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








