Usaha Boneka Rumahan di Pandaan Pasuruan Bertahan 10 Tahun, Pasar Jatim Jadi Andalan

Selasa, 27 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Proses produksi boneka di rumah usaha milik Wijayanti Khusnia di Desa Sumbergedang, Pandaan, Pasuruan, Minggu (25/1/2026). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

Proses produksi boneka di rumah usaha milik Wijayanti Khusnia di Desa Sumbergedang, Pandaan, Pasuruan, Minggu (25/1/2026). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id — Sebuah rumah di Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, disulap menjadi sentra produksi boneka yang mampu bertahan lebih dari satu dekade. Di tengah fluktuasi tren dan tekanan pandemi Covid-19, usaha rumahan ini tetap eksis dan menyasar pasar Jawa Timur.

Puluhan jenis boneka diproduksi setiap hari di rumah tersebut, mulai dari ukuran kecil hingga ukuran raksasa setinggi 1,5 meter. Bahan berkualitas menjadi perhatian utama agar produk tidak sekadar menjadi mainan, tetapi juga koleksi yang tahan lama.

Pemilik usaha, Wijayanti Khusnia, mengaku memulai bisnis boneka sejak 10 tahun lalu berangkat dari kegemarannya dan sang ibu terhadap boneka. Dari hobi itu, ia memberanikan diri memproduksi sendiri dan memasarkannya secara mandiri.

“Dari dulu memang suka boneka, apalagi ibu saya. Akhirnya saya coba membuat sendiri, lalu dijual,” ujar Khusnia saat ditemui, Minggu (25/1/2026).

Perjalanan usaha tersebut tidak selalu berjalan mulus. Khusnia mengungkapkan, pandemi Covid-19 menjadi ujian terberat karena distribusi sempat terhenti dan omzet menurun drastis.

“Waktu pandemi usaha langsung drop karena tidak bisa kirim boneka ke mana-mana,” katanya.

Saat ini, lebih dari 30 item boneka diproduksi secara rutin. Boneka berbentuk beruang dan kucing menjadi produk paling stabil permintaannya, sementara karakter viral bersifat musiman.

“Kalau lagi viral seperti Boba atau Labubu, pesanannya banyak tapi sementara. Kalau sudah lewat, ya sepi. Beruang dan kucing itu yang selalu dicari,” jelasnya.

Harga boneka dibanderol mulai Rp10 ribu hingga Rp350 ribu. Pasarnya mencakup wilayah Pasuruan hingga Banyuwangi.

Bagi Khusnia, boneka bukan sekadar mainan, melainkan produk usaha yang memiliki daya tahan pasar. “Boneka itu timeless. Mau kapan pun, selalu ada peminatnya,” tutupnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru