Viral Pemalakan di Kota Lama Semarang, Tiga Pelaku Diamankan Polisi

Selasa, 14 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas kepolisian saat mengamankan pelaku pemalakan di Kota Lama Semarang, Minggu (12/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Petugas kepolisian saat mengamankan pelaku pemalakan di Kota Lama Semarang, Minggu (12/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Aksi pemalakan terhadap pengunjung di kawasan wisata Kota Lama Semarang viral di media sosial dan memicu kecaman publik. Peristiwa yang terjadi pada Minggu, 12 April 2026 itu berujung pada diamankannya tiga pelaku oleh aparat kepolisian.

Ketiga pria berinisial Susanto, Wahyu Abdul, dan Rafis Firmansyah diduga meminta uang kepada wisatawan dengan modus biaya parkir di tengah ramainya kunjungan.

Berdasarkan rekaman video yang beredar luas, para pelaku terlihat mematok tarif parkir sebesar Rp20.000 kepada pengunjung. Namun, saat korban menyerahkan uang Rp50.000, pelaku hanya mengembalikan Rp10.000.

Ketika korban meminta sisa uangnya, para pelaku justru saling mengelak dan tidak mengakui telah menerima pembayaran. Situasi tersebut memicu perdebatan di lokasi yang saat itu dipadati wisatawan.

Video kejadian itu kemudian menyebar cepat di media sosial dan memicu reaksi keras masyarakat yang menilai praktik tersebut meresahkan serta merusak kenyamanan wisata.

Kapolsek Semarang Tengah, Kompol Sugito, menegaskan pihaknya bergerak cepat menindaklanjuti kasus tersebut setelah video viral.

“Begitu video beredar, kami langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan yang bersangkutan untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, ketiga pelaku mengakui perbuatannya. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya praktik serupa yang dilakukan secara berulang.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena berpotensi merusak citra Kota Lama Semarang sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah. Praktik pemalakan dinilai dapat menurunkan kepercayaan wisatawan dan berdampak pada sektor pariwisata lokal.

Sebagai langkah awal, polisi tidak langsung melakukan penahanan terhadap pelaku. Mereka dikenakan wajib lapor serta diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Kompol Sugito menegaskan, pihaknya tidak akan ragu mengambil langkah hukum jika pelaku kembali melakukan tindakan serupa.

“Kami berikan pembinaan terlebih dahulu. Tetapi jika mengulangi, tentu akan kami proses sesuai ketentuan pidana yang berlaku,” tegasnya.

Penulis : Oki

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Rumah Lansia di Deket Lamongan Dibobol, HP dan Perhiasan Emas Hilang
Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam
Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor
Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati
Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Tabrak Median JLU Timur Lamongan
58 HP Senilai Rp310 Juta Dicuri, Pelarian Pembobol Konter Sragen Berakhir
Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 20:34

Rumah Lansia di Deket Lamongan Dibobol, HP dan Perhiasan Emas Hilang

Kamis, 5 November 2026 - 10:30

Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam

Rabu, 4 November 2026 - 18:59

Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor

Selasa, 3 November 2026 - 20:02

Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati

Selasa, 3 November 2026 - 09:53

Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Tabrak Median JLU Timur Lamongan

Berita Terbaru