Wagub Emil Dardak Tinjau Jembatan Sentong Bondowoso Ambles, Pembangunan Ulang Rp17,5 Miliar Dipercepat

Rabu, 25 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak meninjau Jembatan Sentong yang ambles di Bondowoso, Rabu (25/2). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak meninjau Jembatan Sentong yang ambles di Bondowoso, Rabu (25/2). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BONDOWOSO, RadarBangsa.co.id – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, turun langsung meninjau Jembatan Sentong di Kabupaten Bondowoso yang ambles dan ditutup total, Rabu (25/2). Penutupan akses di ruas jalan provinsi tersebut berdampak pada mobilitas warga serta arus penghubung Bondowoso–Jember.

Didampingi Bupati Bondowoso, Abdul Hamid, Wagub Emil menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebenarnya telah lebih dulu merancang pembangunan ulang jembatan tersebut. Namun sebelum pekerjaan dimulai, konstruksi lama yang berusia lebih dari satu abad itu ambles.

“Jembatan Sentong ini berada di jantung kota dan merupakan ruas jalan provinsi. Rekan-rekan di PU sebelumnya sudah mengambil langkah inisiatif untuk merancang, menganggarkan, dan melelang pembangunan ulang dengan spesifikasi lebih kuat. Namun sebelum pelaksanaan, jembatan ambles,” ujarnya.

Menurut Emil, kondisi tersebut justru mempertegas urgensi percepatan pembangunan. Semula proyek dijadwalkan mulai April 2026 karena jembatan masih bisa dilalui. Kini, karena akses telah ditutup demi keselamatan, proses pengerjaan ditargetkan dimulai lebih awal, bahkan diharapkan sudah berjalan pada bulan Ramadan.

Pembangunan ulang Jembatan Sentong akan menggunakan konstruksi girder beton dengan estimasi waktu pelaksanaan delapan bulan dan total anggaran sekitar Rp17,5 miliar. Lebar jembatan juga akan diperluas dari 9 meter menjadi 14 meter guna meningkatkan kapasitas dan keselamatan lalu lintas.

“Untuk mempercepat tidak boleh melanggar kaidah teknis. Kami ingin jembatan ini kokoh, aman, dan menjadi aset kebanggaan masyarakat Bondowoso dalam jangka panjang,” tegasnya.

Penutupan total jembatan memaksa masyarakat menggunakan jalur alternatif dan jalan kabupaten. Wagub Emil mengimbau warga memahami kondisi tersebut sebagai bagian dari proses perbaikan infrastruktur strategis daerah.

“Atas amanah Ibu Gubernur, kami menyapa warga yang terdampak. Memang ada pengorbanan sementara, tapi delapan bulan ini akan terbayar dengan jembatan yang lebih kuat dan lebih lebar,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

200+ Perusahaan Beroperasi di Tambaksawah, Pemkab Sidoarjo Dekatkan Layanan Pajak
Kendal Masuk Lima Besar Nasional, Raih Terbaik I PPD 2026
APBD 2027 dan Pariwisata 2040 Jadi Agenda Paripurna DPRD Kabupaten Blitar
Pompa Sidokare Naik Jadi 1.200 Liter per Detik, Sidoarjo Kejar Kesiapan Musim Hujan
Dari Rp86,4 Miliar Pangan hingga 4.500 PPPK, Ini Titik Panas RAPBD Bondowoso 2027
Bapenda Online Banyuwangi Buka Layanan Pajak 24 Jam, Anggaran Bisa Hemat Rp900 Juta
24 Dokter Hewan FIKKIA Unair Banyuwangi Dilantik, Disiapkan Perkuat Keamanan Pangan dan Peternakan
KAI Logistik Uji Coba Kereta Angkut Hasil Bumi Banyuwangi-Jakarta

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 20:27

200+ Perusahaan Beroperasi di Tambaksawah, Pemkab Sidoarjo Dekatkan Layanan Pajak

Rabu, 30 September 2026 - 19:20

Kendal Masuk Lima Besar Nasional, Raih Terbaik I PPD 2026

Rabu, 30 September 2026 - 08:42

APBD 2027 dan Pariwisata 2040 Jadi Agenda Paripurna DPRD Kabupaten Blitar

Rabu, 30 September 2026 - 08:29

Pompa Sidokare Naik Jadi 1.200 Liter per Detik, Sidoarjo Kejar Kesiapan Musim Hujan

Selasa, 29 September 2026 - 14:14

Dari Rp86,4 Miliar Pangan hingga 4.500 PPPK, Ini Titik Panas RAPBD Bondowoso 2027

Berita Terbaru