Wamenaker Dorong Sertifikasi Permanent Makeup agar Berdaya Saing Global

Kamis, 22 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor saat membuka Permanent Make Up Indonesia Festival 2026 di PIK 2, Tangerang, Rabu (21/10/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor saat membuka Permanent Make Up Indonesia Festival 2026 di PIK 2, Tangerang, Rabu (21/10/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

TANGERANG, RadarBangsa.co.id — Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menekankan pentingnya standar kompetensi dan sertifikasi profesi untuk meningkatkan kualitas serta daya saing tenaga kerja di bidang permanent makeup. Pesan itu disampaikan saat membuka Permanent Make Up Indonesia Festival 2026 di kawasan PIK 2, Tangerang, Rabu (21/10/2026).

Festival yang berlangsung pada 20–23 Oktober 2026 tersebut diikuti 700 peserta, terdiri atas 400 peserta dari Indonesia dan 300 warga negara asing. Para peserta internasional itu mewakili 24 negara.

Menurut Afriansyah, pekerja di industri permanent makeup tidak cukup hanya menguasai keterampilan teknis. Mereka juga perlu memahami etika profesi, standar kerja, serta keselamatan pelanggan untuk menjaga kualitas layanan dan membangun kepercayaan.

“Kompetensi dan sertifikasi resmi adalah kunci utama agar tenaga kerja tidak hanya mahir secara teknis, tapi juga beretika, aman, dan berdaya saing global,” katanya.

Ia menjelaskan, standar kompetensi yang jelas dan sertifikasi resmi dapat mendukung pengembangan sumber daya manusia secara berkelanjutan. Pelatihan, lanjutnya, juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan industri agar keterampilan tenaga kerja tetap relevan dengan perkembangan dunia kerja.

Afriansyah menilai peningkatan kompetensi membutuhkan keterlibatan pemerintah, pelaku industri, dan lembaga pelatihan. Dialog dengan industri, pemetaan kompetensi, serta pelatihan berbasis praktik dapat membantu menyelaraskan kemampuan tenaga kerja dengan kebutuhan pasar.

Ia juga menyoroti pentingnya kemitraan yang setara dan pengukuran hasil dalam pengembangan kompetensi. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung produktivitas, memperluas peluang kerja, dan meningkatkan kesejahteraan pekerja.

“ Mari kita bangun industri ini bersama-sama melalui ruang dialog yang terbuka, kemitraan yang setara, serta komitmen bersama untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja kita,” tutur Afriansyah.

Selain agenda pembukaan dan pengarahan, festival tersebut menghadirkan kompetisi eyeliner, bibir, dan alis. Sejumlah perwakilan negara yang hadir juga mendemonstrasikan teknik dan metode terbaru dalam permanent makeup.

Melalui festival internasional ini, Afriansyah berharap industri permanent makeup Indonesia terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat global.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kemnaker Latih Pekerja Terdampak PHK, 32 Peserta di Brebes Disiapkan Masuk Industri
Kemnaker Siapkan Sistem Pemetaan Keterampilan Tenaga Kerja untuk Industri
Yassierli Minta 14.688 Peserta Vokasi Siapkan Portofolio
Wamenaker Tegaskan Sertifikasi Pekerja BUMN Harus Buktikan Kompetensi Nyata
Kemnaker Buka Layanan MagangHub di Jakarta, Kuota 70.000 Peserta
Pendaftaran PVN Batch 6 Ditutup, Ini Jadwal Wawancara dan Pengumumannya
Kemnaker Targetkan 60 Balai Pelatihan Kerja, Siapkan Pelatihan Gratis untuk 1 Juta Orang
Kemnaker Buka Seleksi Calon Hakim Ad Hoc PHI hingga 22 November 2026

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:33

Wamenaker Dorong Sertifikasi Permanent Makeup agar Berdaya Saing Global

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:37

Kemnaker Latih Pekerja Terdampak PHK, 32 Peserta di Brebes Disiapkan Masuk Industri

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:47

Kemnaker Siapkan Sistem Pemetaan Keterampilan Tenaga Kerja untuk Industri

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:04

Yassierli Minta 14.688 Peserta Vokasi Siapkan Portofolio

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:36

Wamenaker Tegaskan Sertifikasi Pekerja BUMN Harus Buktikan Kompetensi Nyata

Berita Terbaru