Kendal,RadarBangsa.co.id – Warga Desa Kebonharjo, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, sepakat melakukan perbaikan tanggul darurat Kali Bodri secara swadaya setelah tanggul tersebut mengalami longsor dan dinilai membahayakan.
Peristiwa longsor terjadi meskipun ketinggian air Bendung Juwero saat itu masih berada di angka 200 sentimeter yang seharusnya berstatus aman. Namun, bagian tanggul paling bawah justru mengalami longsor dan berpotensi menarik tanah di atasnya.
Kepala Desa Kebonharjo, Edi Lukman, mengatakan longsoran tersebut berbahaya jika tidak segera ditangani. “Yang longsor adalah tanggul paling bawah. Kalau tidak segera ditangani akan menarik tanah di atasnya dan semakin mengkhawatirkan,” ujarnya.
Perbaikan dilakukan karena belum adanya anggaran dari pemerintah. Hasil komunikasi dengan PSDA Kali Bodri Provinsi Jawa Tengah menyatakan belum tersedia dana, sementara anggaran desa tidak mampu menutup seluruh biaya akibat pengurangan alokasi.
“Seluruh warga Kebonharjo yang diwakili BPD dan perwakilan RW sepakat urunan bersama karena dianggap tidak prioritas oleh pemerintah, padahal kondisinya darurat,” imbuh Edi.
Adapun perbaikan akan dilakukan sepanjang sekitar 50 meter dengan metode pemasangan trucuk bambu dan jumbo bag di sisi dalam tanggul bawah. Teknis pengerjaan dan tenaga kerja diserahkan kepada tim PSDA Kali Bodri Provinsi Jawa Tengah karena membutuhkan keahlian khusus.
Sementara itu, Perkumpulan PETAK BODRI melalui Arif Fajar Hidayat menyambut baik langkah swadaya warga. Ia menilai kondisi tanggul Kali Bodri yang masih bersifat darurat membutuhkan penanganan permanen dan mendesak.
“Kami bersama kepala desa di wilayah tanggul kritis akan terus mengawal janji alokasi anggaran tanggul permanen tahun 2026 agar benar-benar terealisasi,” pungkasnya.
Penulis : Rob
Editor : Arifin Zaenul








