Warga Kebonharjo Urunan Perbaiki Tanggul Darurat Kali Bodri yang Longsor

- Redaksi

Kamis, 5 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kendal,RadarBangsa.co.id – Warga Desa Kebonharjo, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, sepakat melakukan perbaikan tanggul darurat Kali Bodri secara swadaya setelah tanggul tersebut mengalami longsor dan dinilai membahayakan.

Peristiwa longsor terjadi meskipun ketinggian air Bendung Juwero saat itu masih berada di angka 200 sentimeter yang seharusnya berstatus aman. Namun, bagian tanggul paling bawah justru mengalami longsor dan berpotensi menarik tanah di atasnya.

Kepala Desa Kebonharjo, Edi Lukman, mengatakan longsoran tersebut berbahaya jika tidak segera ditangani. “Yang longsor adalah tanggul paling bawah. Kalau tidak segera ditangani akan menarik tanah di atasnya dan semakin mengkhawatirkan,” ujarnya.

Baca Juga  Koordinator FWLJ Kritik Ganjar Terkait Ucapan 'Pers mu opo, Mediamu Opo, Rak Cetho'

Perbaikan dilakukan karena belum adanya anggaran dari pemerintah. Hasil komunikasi dengan PSDA Kali Bodri Provinsi Jawa Tengah menyatakan belum tersedia dana, sementara anggaran desa tidak mampu menutup seluruh biaya akibat pengurangan alokasi.

“Seluruh warga Kebonharjo yang diwakili BPD dan perwakilan RW sepakat urunan bersama karena dianggap tidak prioritas oleh pemerintah, padahal kondisinya darurat,” imbuh Edi.

Adapun perbaikan akan dilakukan sepanjang sekitar 50 meter dengan metode pemasangan trucuk bambu dan jumbo bag di sisi dalam tanggul bawah. Teknis pengerjaan dan tenaga kerja diserahkan kepada tim PSDA Kali Bodri Provinsi Jawa Tengah karena membutuhkan keahlian khusus.

Baca Juga  Pencarian Nelayan Hilang di Brondong Lamongan Berakhir Pilu, Korban Ditemukan Tak Bernyawa

Sementara itu, Perkumpulan PETAK BODRI melalui Arif Fajar Hidayat menyambut baik langkah swadaya warga. Ia menilai kondisi tanggul Kali Bodri yang masih bersifat darurat membutuhkan penanganan permanen dan mendesak.

“Kami bersama kepala desa di wilayah tanggul kritis akan terus mengawal janji alokasi anggaran tanggul permanen tahun 2026 agar benar-benar terealisasi,” pungkasnya.

 

 

Penulis : Rob

Editor : Arifin Zaenul

Berita Terkait

FGD MPR RI di Surabaya Bahas Desentralisasi, Senator Lia Istifhama Dorong Otonomi Adaptif
Satpolairud Polres Lamongan Tanggap Tangani Laporan Perahu Nelayan Tak Kembali, Dua Awak Selamat
Ekonomi Jawa Timur 2025 Tumbuh 5,85 Persen YoY, Khofifah Tekankan Peran Investasi
Respon Cepat BPBD Probolinggo Tangani Dampak Puting Beliung di Pohsangit Leres
Hujan Angin Terjang Banyuwangi, 52 Rumah Rusak di Sempu–Muncar
Niat Bersenang-senang Berujung Petaka, 1 Warga Hilang di Sungai Kalibodri Kendal
Kebakaran Pondok Pesantren Panyepen Pamekasan, Kamar Santri Ludes Terbakar
Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama Soroti 34 Gempa Susulan di Pacitan, Alarm Serius Kesiapsiagaan Bencana Jawa Selatan

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:59 WIB

FGD MPR RI di Surabaya Bahas Desentralisasi, Senator Lia Istifhama Dorong Otonomi Adaptif

Selasa, 10 Februari 2026 - 08:38 WIB

Satpolairud Polres Lamongan Tanggap Tangani Laporan Perahu Nelayan Tak Kembali, Dua Awak Selamat

Senin, 9 Februari 2026 - 18:32 WIB

Ekonomi Jawa Timur 2025 Tumbuh 5,85 Persen YoY, Khofifah Tekankan Peran Investasi

Minggu, 8 Februari 2026 - 19:12 WIB

Respon Cepat BPBD Probolinggo Tangani Dampak Puting Beliung di Pohsangit Leres

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:41 WIB

Hujan Angin Terjang Banyuwangi, 52 Rumah Rusak di Sempu–Muncar

Berita Terbaru

Menaker Yassierli menyampaikan arahan dalam Forum Sekretaris K/L di Jakarta, Rabu (11/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Politik - Pemerintahan

Menaker Yassierli Tegaskan Kewajiban 2 Persen Disabilitas di Instansi Pemerintah

Kamis, 12 Feb 2026 - 21:56 WIB