Warga Kritik Keras Kades Ngawensari Jarang Ngantor

Selasa, 9 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KENDAL,RadarBangsa.co.id – Kekecewaan warga terhadap pelayanan Pemerintah Desa Ngawensari, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, memuncak. Banner bernada sindiran keras terpasang di pagar Balai Desa Ngawensari dan viral di media sosial, Selasa (9/6/2026).

Banner secara terang-terangan menyindir kepala desa beserta perangkatnya yang dinilai tidak maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dalam tulisan berbahasa Jawa itu tertulis, “Peringatan terhadap lurah sak perangkate nak wes rak sanggup ngantor seleh jabatanmu akeh seng arep nganti.”

Tulisan tersebut dapat dimaknai sebagai peringatan agar kepala desa dan perangkatnya menyerahkan jabatan apabila sudah tidak sanggup menjalankan tugas dan melayani masyarakat.

Aksi pemasangan banner itu dipicu keluhan warga yang mengaku sering kesulitan menemui kepala desa saat membutuhkan pelayanan administrasi di kantor desa. Menurut warga, kepala desa kerap tidak berada di tempat ketika masyarakat membutuhkan tanda tangan maupun pengesahan berbagai dokumen.

Akibatnya, warga terpaksa mencari keberadaan kepala desa ke luar kantor bahkan mendatangi rumah pribadinya demi menyelesaikan urusan administrasi.

Menanggapi kritik tersebut, Sekretaris Desa Ngawensari, Naskuriah, membenarkan bahwa kepala desa tidak selalu berada di kantor desa. Menurutnya, kepala desa kerap menghadiri rapat dan kegiatan kedinasan di luar kantor.

“Kalau ada warga yang membutuhkan tanda tangan atau cap surat biasanya datang ke rumah kepala desa. Bisa juga menemui beliau saat berada di Kantor MBG,” kata Naskuriah.

Meski demikian, penjelasan tersebut belum sepenuhnya menjawab keresahan warga. Bagi masyarakat, pelayanan administrasi seharusnya dapat diperoleh dengan mudah di kantor desa tanpa harus mencari keberadaan kepala desa ke lokasi lain.

Naskuriah mengakui banner yang dipasang warga merupakan bentuk kritik terhadap kinerja pemerintah desa. Menurutnya, aspirasi tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi seluruh perangkat desa.

“Banner itu merupakan koreksi untuk semua perangkat desa. Ini adalah aspirasi warga,” ujarnya.

Viralnya banner protes tersebut menjadi sorotan publik dan mencerminkan tingginya harapan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah desa. Warga berharap kritik yang disampaikan dapat menjadi perhatian serius agar kepala desa dan perangkatnya lebih aktif hadir di kantor serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

 

 

Penulis : Tim

Editor : Arifin Zaenul

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru