Warga Terdampak Tambang Galian C Datangi DPRD Kendal, Tuntut Perbaikan Jalan dan Pengaturan Jam Operasional Truk

- Redaksi

Jumat, 27 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KENDAL,RadarBangsa.co.id – Sejumlah warga dari Desa Jatirejo dan Rejosari, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, mendatangi Gedung DPRD Kendal.

Kedatangan warga untuk menyampaikan langsung keluhan terkait dampak aktivitas tambang galian C di wilayah mereka.

Aksi tersebut menggantikan rencana demo yang sebelumnya sempat digagas warga, Kamis (26/6/2025).

Koordinator aksi, Ali Sodikin, menyatakan bahwa keluhan utama warga menyangkut kerusakan jalan yang semakin parah akibat dilalui truk-truk dump pengangkut material tambang.

“Kami hanya meminta jalan desa yang setiap hari dilewati truk dump segera diperbaiki karena sudah rusak parah,” ujarnya.

Selain itu, warga juga mendesak agar jam operasional truk tambang diatur ulang.

Menurut mereka, lalu lintas truk yang beroperasi di jam sibuk, seperti saat warga berangkat dan pulang sekolah, menyebabkan kemacetan dan membahayakan pengguna jalan lain.

“Kami tidak menuntut penutupan tambang. Kami hanya ingin jalan segera diperbaiki dan jam operasional truk disesuaikan agar tidak mengganggu aktivitas warga,” tegas Ali.

Menanggapi aspirasi warga, Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti tuntutan tersebut.

“Perbaikan infrastruktur jalan akibat aktivitas truk tambang ini harus diprioritaskan karena menyangkut kepentingan masyarakat langsung,” katanya.

Soal pengaturan ulang jam operasional truk, Mahfud menilai hal tersebut juga penting untuk mengurangi gangguan terhadap aktivitas warga.

Namun, ia menyebut perlu koordinasi dengan berbagai pihak terkait sebelum kebijakan diambil.

“Poin pentingnya adalah bagaimana dampak-dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas penambangan ini bisa segera diatasi,” tegas politisi PKB itu.

Ia menambahkan, DPRD akan memfasilitasi pertemuan antara warga, pihak penambang, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, untuk merumuskan solusi bersama yang berpihak pada kepentingan masyarakat tanpa menghambat pembangunan.

“Kami ingin pembangunan tetap berjalan, tapi masyarakat juga tidak dirugikan,” pungkas Mahfud.

 

Lainnya:

Penulis : Rob

Editor : Arifin Zaenul

Berita Terkait

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 17:54 WIB

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi

Senin, 4 Mei 2026 - 11:41 WIB

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Berita Terbaru