SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Suasana berbeda tampak di Aula Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Minggu (25/5/2025). Iringan musik tradisional Reog dan tarian daerah membuka sebuah forum diskusi kebijakan publik yang biasanya berlangsung formal dan kaku. Namun kali ini, kemasan acara dibuat lebih humanis dan akrab, demi mendekatkan pemerintah dengan masyarakat.
Kegiatan sosialisasi kebijakan publik tersebut dihadiri ratusan warga dari tiga kecamatan, yakni Pedurungan, Genuk, dan Gayamsari. Dalam forum ini, hadir pula anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi Gerindra, Sudarsono, dan anggota DPRD Kota Semarang Komisi C Fraksi Gerindra, Nunung Sriyanto, yang menjadi narasumber utama.
Menurut Sudarsono, penggunaan pendekatan budaya merupakan langkah inovatif dalam menyampaikan pesan-pesan pembangunan kepada masyarakat. Ia meyakini bahwa masyarakat lebih mudah diajak berdialog ketika nuansa acara dibuat menyenangkan.
“Media tradisional seperti Reog ini tidak hanya sebagai hiburan, tapi juga sebagai sarana komunikasi. Masyarakat lebih terbuka saat suasana cair dan menyenangkan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Nunung Sriyanto menilai pelibatan seni budaya lokal bisa menjadi jembatan untuk membangun hubungan emosional antara warga dan wakil rakyat. Dalam forum ini, kata dia, masyarakat bisa secara langsung menyampaikan masukan terkait kebutuhan mereka di lapangan.
“Kami ingin menyampaikan program-program pembangunan secara langsung dan menerima masukan dari masyarakat. Ini penting untuk memastikan bahwa kebijakan benar-benar sesuai kebutuhan mereka,” tandasnya.
Turut hadir dalam kesempatan itu, lurah Muktiharjo Kidul, Sofia Ernawati, SE., MM., yang mengapresiasi gelaran acara tersebut. Ia menilai kegiatan ini sebagai wujud komunikasi dua arah yang dibutuhkan dalam pembangunan berbasis partisipasi.
“Kegiatan seperti ini memotivasi warga untuk lebih aktif dalam pembangunan wilayahnya,” ungkap Sofia.
Ketua LPMK Muktiharjo Kidul, Mohamad Muslim, bersama sejumlah tokoh masyarakat setempat juga turut memberikan masukan, khususnya terkait perbaikan infrastruktur dan penguatan ekonomi warga. Ia menekankan bahwa partisipasi masyarakat merupakan elemen penting dalam keberhasilan program pembangunan.
“Ketika masyarakat dilibatkan sejak perencanaan, mereka akan merasa turut memiliki dan bertanggung jawab atas keberhasilan program. Hal ini sangat penting untuk memperkuat legitimasi kebijakan di tingkat akar rumput,” tambahnya.
Penulis : Bandi
Editor : Zainul Arifin


















Komentar