Warga Tumpah Ruah, Sosialisasi Kebijakan di Semarang Dibuka dengan Reog dan Tarian Daerah

Senin, 26 Mei 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Warga mengikuti sosialisasi kebijakan publik dengan pertunjukan Reog di Kelurahan Muktiharjo Kidul Semarang (IST)

Warga mengikuti sosialisasi kebijakan publik dengan pertunjukan Reog di Kelurahan Muktiharjo Kidul Semarang (IST)

SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Suasana berbeda tampak di Aula Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Minggu (25/5/2025). Iringan musik tradisional Reog dan tarian daerah membuka sebuah forum diskusi kebijakan publik yang biasanya berlangsung formal dan kaku. Namun kali ini, kemasan acara dibuat lebih humanis dan akrab, demi mendekatkan pemerintah dengan masyarakat.

Kegiatan sosialisasi kebijakan publik tersebut dihadiri ratusan warga dari tiga kecamatan, yakni Pedurungan, Genuk, dan Gayamsari. Dalam forum ini, hadir pula anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi Gerindra, Sudarsono, dan anggota DPRD Kota Semarang Komisi C Fraksi Gerindra, Nunung Sriyanto, yang menjadi narasumber utama.

Menurut Sudarsono, penggunaan pendekatan budaya merupakan langkah inovatif dalam menyampaikan pesan-pesan pembangunan kepada masyarakat. Ia meyakini bahwa masyarakat lebih mudah diajak berdialog ketika nuansa acara dibuat menyenangkan.

“Media tradisional seperti Reog ini tidak hanya sebagai hiburan, tapi juga sebagai sarana komunikasi. Masyarakat lebih terbuka saat suasana cair dan menyenangkan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Nunung Sriyanto menilai pelibatan seni budaya lokal bisa menjadi jembatan untuk membangun hubungan emosional antara warga dan wakil rakyat. Dalam forum ini, kata dia, masyarakat bisa secara langsung menyampaikan masukan terkait kebutuhan mereka di lapangan.

“Kami ingin menyampaikan program-program pembangunan secara langsung dan menerima masukan dari masyarakat. Ini penting untuk memastikan bahwa kebijakan benar-benar sesuai kebutuhan mereka,” tandasnya.

Turut hadir dalam kesempatan itu, lurah Muktiharjo Kidul, Sofia Ernawati, SE., MM., yang mengapresiasi gelaran acara tersebut. Ia menilai kegiatan ini sebagai wujud komunikasi dua arah yang dibutuhkan dalam pembangunan berbasis partisipasi.

“Kegiatan seperti ini memotivasi warga untuk lebih aktif dalam pembangunan wilayahnya,” ungkap Sofia.

Ketua LPMK Muktiharjo Kidul, Mohamad Muslim, bersama sejumlah tokoh masyarakat setempat juga turut memberikan masukan, khususnya terkait perbaikan infrastruktur dan penguatan ekonomi warga. Ia menekankan bahwa partisipasi masyarakat merupakan elemen penting dalam keberhasilan program pembangunan.

“Ketika masyarakat dilibatkan sejak perencanaan, mereka akan merasa turut memiliki dan bertanggung jawab atas keberhasilan program. Hal ini sangat penting untuk memperkuat legitimasi kebijakan di tingkat akar rumput,” tambahnya.

Penulis : Bandi

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:13

Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga

Rabu, 16 September 2026 - 18:03

Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Berita Terbaru