WFH Rabu ASN Pemprov Jatim Dinilai Efektif Tekan BBM, Anggota DPD RI Lia Istifhama: Strategi Tepat dan Adaptif

Rabu, 25 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas ASN Pemprov Jatim saat kebijakan WFH Rabu diterapkan (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id, Rabu 25 Maret 2026)

Aktivitas ASN Pemprov Jatim saat kebijakan WFH Rabu diterapkan (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id, Rabu 25 Maret 2026)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Rabu bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menuai dukungan. Langkah ini dinilai sebagai strategi efektif untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sekaligus menjaga efisiensi kerja birokrasi.

Anggota DPD RI, Lia Istifhama, menyatakan kebijakan tersebut bukan sekadar pengaturan kerja, tetapi bagian dari inovasi tata kelola pemerintahan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan kondisi energi nasional.

Kebijakan WFH yang dijadwalkan setiap hari Rabu itu dirancang untuk mengurangi mobilitas ASN tanpa mengganggu pelayanan publik. Dengan berkurangnya aktivitas perjalanan dinas maupun harian, pemerintah daerah berharap konsumsi BBM, terutama di kawasan perkotaan, dapat ditekan secara signifikan.

Selain itu, penetapan hari Rabu dinilai strategis karena tidak berdekatan dengan akhir pekan. Pola ini dianggap mampu mencegah munculnya fenomena long weekend yang berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat secara masif.

Dari sisi tata kelola, kebijakan ini juga mendorong transformasi digital di lingkungan birokrasi. ASN dituntut tetap produktif melalui sistem kerja berbasis kinerja dengan dukungan teknologi, termasuk monitoring dan evaluasi secara terukur.

“Ini bukan hanya soal bekerja dari rumah, tetapi bagaimana pemerintah daerah mampu membaca situasi dan mengambil langkah konkret untuk efisiensi,” ujar Lia Istifhama.

Ia menambahkan, “Ketika mobilitas berkurang, konsumsi BBM bisa ditekan. Dampaknya tidak hanya pada anggaran, tetapi juga lingkungan.”

Menurutnya, penempatan WFH di hari Rabu sangat tepat. “Tidak mengganggu pelayanan di awal pekan dan tidak membuka celah long weekend. Keseimbangan produktivitas tetap terjaga,” tegasnya.

Lia juga menekankan pentingnya sistem pendukung yang kuat. “WFH harus berbasis kinerja, ada indikator jelas, monitoring ketat, dan pelayanan publik tidak boleh terganggu,” imbuhnya.

Kebijakan ini dinilai memiliki dampak luas, tidak hanya pada efisiensi energi tetapi juga pada perubahan budaya kerja ASN. Fleksibilitas kerja yang terukur diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan tingkat stres kerja.

Di sisi lain, langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung agenda penghematan energi nasional. Jika berjalan optimal, kebijakan serupa berpotensi diadopsi oleh daerah lain sebagai praktik baik dalam tata kelola pemerintahan modern.

Selain itu, penerapan WFH secara berkala juga membuka ruang percepatan digitalisasi layanan publik. Sistem kerja berbasis output mendorong ASN untuk lebih adaptif dan profesional dalam menghadapi perubahan pola kerja.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur dijadwalkan mulai menerapkan kebijakan WFH setiap Rabu dalam waktu dekat. Dengan dukungan berbagai pihak, kebijakan ini diharapkan menjadi model tata kelola yang efisien dan berkelanjutan.

“Ini momentum memperkuat digitalisasi birokrasi dan meningkatkan kualitas layanan publik,” pungkas Lia Istifhama.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru