Wisata Kuliner Baru di Bengawan Solo, Angkat Ekonomi Jatirenggo Lamongan

Rabu, 26 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Desa Jatirenggo, Try Deasy Kusumaning Ayu  mencoba Udang Conggah di Wisata Kuliner Pinggir Bengawan, Desa Jatirenggo, Lamongan, disaksikan aparat setempat. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Kepala Desa Jatirenggo, Try Deasy Kusumaning Ayu mencoba Udang Conggah di Wisata Kuliner Pinggir Bengawan, Desa Jatirenggo, Lamongan, disaksikan aparat setempat. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Desa Jatirenggo di Kabupaten Lamongan kini menempatkan diri sebagai salah satu destinasi kuliner paling potensial di kawasan pesisir Bengawan Solo. Sebuah kawasan wisata baru di tepi sungai legendaris itu resmi dibuka dan langsung menarik perhatian karena menawarkan pengalaman bersantap yang memadukan kekayaan kuliner desa dengan panorama alam yang masih sangat alami.

Wisata Kuliner Pinggir Bengawan, yang baru saja diperkenalkan Pemerintah Desa Jatirenggo, hadir sebagai ruang kuliner sekaligus ruang ekonomi bagi warga. Lokasi yang berada tepat di tepi Bengawan Solo menjadikan suasana makan lebih hidup, dengan angin sungai dan pemandangan pedesaan yang menjadi nilai lebih.

Pengembangan kawasan ini merupakan hasil Program Desa Berdaya 2024 yang digagas Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Jawa Timur. Jatirenggo menjadi salah satu desa yang dipilih setelah mencatat Indeks Desa Membangun (IDM) tinggi, yang menunjukkan kesiapan desa dalam mengembangkan potensi lokal.

Kepala Desa Jatirenggo, Try Deasy Kusumaning Ayu, menyebut ikon utama yang diangkat adalah Udang Conggah, udang galah lokal yang sempat populer beberapa tahun lalu. “Kami hadirkan kembali Udang Conggah dengan cara yang lebih modern, agar bisa diterima semua kalangan. Tapi pilihan menunya tidak berhenti di situ,” ujarnya.

Selain Udang Conggah, banyak menu yang disajikan, seperti rica-rica belut, beragam ikan asap, ayam bakar, serta menu khas baru bernama Garang Asem Bambu. Menu ini menggunakan ayam kampung yang disajikan langsung dalam bambu sehingga memberikan aroma tradisional yang kuat. Harganya Rp 85 ribu untuk enam orang, sementara Udang Conggah dimulai dari Rp 50 ribu sesuai porsi.

Deasy menegaskan bahwa wisata ini tidak hanya menghadirkan cita rasa kuliner desa, tetapi juga konsep wisata berbasis alam. “Kami menjual pengalaman, bukan sekadar makanan. Pengunjung merasakan suasana tepi Bengawan yang asli dan tenang,” katanya.

Di sisi lain, program ini dirancang sebagai strategi pemberdayaan ekonomi. UMKM lokal ikut dilibatkan, termasuk perajin Batik Conggah dengan motif udang khas desa. Produk-produk ini dipamerkan sebagai bagian dari identitas Jatirenggo.

Kabid Usaha Ekonomi Pemberdayaan Masyarakat PMD Lamongan, Rahadi Puguh Raharjo, menyatakan bahwa pengembangan wisata kuliner ini menjadi contoh sektor unggulan desa yang dikelola BUMDes. “Potensinya besar. Udang Conggah bisa menjadi ikon kuliner Lamongan, bahkan masuk ke pasar ekspor jika dikembangkan konsisten,” ujarnya.

Setelah mencicipi langsung, ia mengaku terkesan. “Rasanya kuat dan khas. Udang Conggah punya karakter yang berbeda. Menu lain seperti rica-rica belut dan ayam bambu juga sangat layak dijadikan unggulan,” tutupnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Berita Terbaru