JEMBER, RadarBangsa.co.id — Sekitar 400 siswa dan orang tua murid SMPN 3 Rambipuji tampil bersama dalam Karnaval Budaya di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Minggu (30/8/2026).
Kontingen SMPN 3 Rambipuji mengusung cerita rakyat Roro Jonggrang dalam parade budaya tersebut. Kostum dan koreografi yang ditampilkan ratusan peserta menarik perhatian warga yang memadati sepanjang jalur karnaval.
Karnaval Budaya Nogosari berlangsung lancar dan kondusif. Kegiatan tahunan itu diikuti 10 regu tingkat SD/SMP, lima regu penghormatan, serta 17 regu umum yang dijadwalkan melintas hingga malam hari.
Kepala SMPN 3 Rambipuji, Ahmad Fauzi, mengatakan kelancaran penampilan tidak lepas dari kekompakan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, masyarakat, orang tua, hingga lingkungan sekolah.
“Kita bersyukur, yang penting adalah sinergi antar semua stakeholder: desa, masyarakat, orang tua, sekolah, internal sekolah. Kalau semuanya stakeholder itu sinergi, maka segalanya bisa terjadi dengan baik,” kata Ahmad Fauzi saat ditemui di sela-sela acara.
Menurut Fauzi, keterlibatan siswa dalam karnaval tidak semata untuk tampil di hadapan masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya sekolah membentuk karakter siswa melalui budaya Indonesia.
“Karena ini bentuk bahwa semuanya bisa sinergi dengan baik, sehingga semuanya bisa mencintai Indonesia, bisa mencintai budayanya. Nah, khusus SMP 3 Rambipuji, itu adalah ingin membentuk karakter anak agar berbudaya Indonesia,” tegasnya.
Fauzi mengakui SMPN 3 Rambipuji masih dalam tahap pembinaan untuk mengejar prestasi pada ajang serupa. Sekolah sebelumnya juga pernah tampil dalam kegiatan tingkat kabupaten, meski belum menjadi yang terbaik.
“Ya kalau untuk ini ya tidak, cuma ini saja. Tapi event-nya ya bisa tingkat kabupaten pernah juga tampil, tetapi kan tidak terlalu unggul. Jadi masih mbabat untuk bisa prestasi,” jelasnya.
Untuk Karnaval Nogosari kali ini, tema Roro Jonggrang dipilih sebagai bagian dari konsep kolaborasi yang melibatkan siswa dan orang tua.
“Yang ditampilkan tadi Roro Jonggrang. Jadi samaan (kolaborasi),” tambah Fauzi.
Kehadiran sekitar 400 peserta dari SMPN 3 Rambipuji menunjukkan bahwa seni budaya dapat menjadi ruang kolaborasi antara sekolah, siswa, orang tua, dan masyarakat, sekaligus menjadi sarana menanamkan kecintaan terhadap budaya Indonesia.
Penulis : Herry
Editor : Zainul Arifin


















Komentar