ASAHAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Asahan memprioritaskan perbaikan jalan dan peningkatan layanan publik berdasarkan data riil wilayah. Rakorpem yang digelar Selasa (28/10/2025) di Aula Melati, Kantor Bupati Asahan, menjadi ajang pemetaan kondisi infrastruktur dan penentuan prioritas pembangunan strategis.
Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menekankan pentingnya data lapangan yang akurat dari setiap camat. “Setiap camat harus melaporkan kondisi riil di wilayahnya. Data yang valid akan menjadi dasar perencanaan pembangunan yang tepat sasaran dan terukur,” katanya.
Berdasarkan sistem Asahan Satu Data, panjang ruas jalan kabupaten mencapai 1.398,13 kilometer. Dari total tersebut, 36,18 persen berada dalam kondisi baik, sementara 63,82 persen sisanya tergolong sedang hingga rusak berat. Pemkab Asahan menargetkan perbaikan bertahap mulai akhir tahun ini, menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran dan fokus pada ruas jalan prioritas yang paling mendesak.
“Dengan adanya pengetatan fiskal dari pemerintah pusat, setiap program perbaikan diarahkan pada titik-titik strategis yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tambah Bupati Taufik. Langkah ini bertujuan menjaga efektivitas pembangunan di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Selain infrastruktur, Bupati menyoroti peningkatan pelayanan kesehatan publik. Ia meminta Dinas Kesehatan, RSUD HAMS, dan seluruh puskesmas menjaga kualitas layanan, ketersediaan obat, dan disiplin tenaga medis. Pemerintah Kabupaten Asahan juga memperluas cakupan Universal Health Coverage (UHC) dengan menanggung iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat kurang mampu melalui APBD. “Setiap warga harus mendapatkan layanan kesehatan mudah, layak, dan bebas biaya,” tegasnya.
Rakorpem juga membahas penguatan ekonomi masyarakat melalui program nasional Koperasi Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan. Program ini ditujukan sebagai motor penggerak ekonomi rakyat dan wadah kemandirian finansial berbasis komunitas.
Bupati Taufik menegaskan peran penting camat dan kepala desa dalam mendorong terbentuknya koperasi produktif. “Pembangunan tidak hanya diukur dari panjang jalan yang diperbaiki, tetapi juga dari kemampuan masyarakat mengelola potensi ekonominya secara mandiri,” ujarnya.
Rapat koordinasi yang dihadiri seluruh OPD, camat, kepala puskesmas, dan perangkat daerah ini menegaskan komitmen Pemkab Asahan untuk membangun infrastruktur yang tepat sasaran serta layanan publik yang efektif. Fokus pada data sektoral, perbaikan jalan prioritas, layanan kesehatan, dan ekonomi berbasis komunitas diharapkan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan warga.
Lainnya:
- Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Penulis : Joko
Editor : Zainul Arifin








