SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Pergantian kepemimpinan di sekolah menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kualitas pendidikan di masa depan. Karena itu, pelantikan 65 kepala SMA, SMK, dan SLB oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tidak sekadar agenda birokrasi, tetapi menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Di tengah tantangan bonus demografi dan persaingan sumber daya manusia yang semakin ketat, kepala sekolah dituntut tidak hanya mampu meningkatkan prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter peserta didik agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas sekaligus berintegritas.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik 65 kepala sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (3/6). Pelantikan tersebut dilakukan berdasarkan Surat Nomor 800/1856/204/2026 tentang pengangkatan guru sebagai kepala sekolah.
Dalam kesempatan itu, Khofifah menegaskan bahwa berbagai capaian pendidikan yang selama ini diraih Jawa Timur merupakan hasil kerja kolektif seluruh ekosistem pendidikan, bukan keberhasilan yang hadir secara instan.
Menurutnya, prestasi yang diraih siswa Jawa Timur selama bertahun-tahun merupakan buah dari kolaborasi guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, orang tua, hingga pemerintah daerah.
Salah satu capaian yang menjadi perhatian adalah keberhasilan Jawa Timur selama tujuh tahun berturut-turut menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
“Kerja keras yang luar biasa ini ditunjukkan SMK Puri Mojokerto kemudian SMA Cerme Gresik termasuk di pemerataan pendidikan di Madura melalui program Mama Mau Naik Kelas. Mama – Madura maju, Mau – Madura unggul dan Naik Kelas – Madura naik kelas. Hasilnya sangat signifikan meningkatkan prestasi siswa baik SNBP kemarin dan SNBT yang baru diumumkan artinya setiap kerja keras tidak akan mengkhianati hasil,” ujar Khofifah.
Data tahun 2026 menunjukkan sebanyak 29.046 siswa Jawa Timur diterima melalui jalur SNBP. Sementara itu, sebanyak 24.213 siswa berhasil lolos melalui jalur SNBT.
Angka tersebut memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu daerah yang menjadi rujukan pendidikan nasional, baik dalam prestasi akademik, pendidikan vokasi, penguatan karakter, maupun pengembangan talenta peserta didik.
Namun bagi Khofifah, status sebagai barometer pendidikan nasional bukan hanya soal kebanggaan. Lebih dari itu, capaian tersebut membawa tanggung jawab besar untuk terus menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas dan merata bagi seluruh masyarakat.
“Bukan instan, melainkan hasil kerja keras dan dedikasi para guru, kepala sekolah, orang tua, serta seluruh pemangku kepentingan. Untuk itu, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh insan pendidikan Jawa Timur,” ungkapnya.
Khofifah menilai peran kepala sekolah saat ini jauh melampaui tugas administratif. Kepala sekolah menjadi pemimpin perubahan yang menentukan arah kemajuan sekolah sekaligus membentuk budaya belajar dan karakter peserta didik.
“Kepala sekolah SMA/SMK merupakan ujung tombak yang menerjemahkan kebijakan pendidikan sekaligus layanan pendidikan sehingga dampaknya dirasakan peserta didik dan masyarakat,” katanya.
Karena itu, para kepala sekolah yang baru dilantik diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan pendidikan yang terus berkembang, mulai dari peningkatan kualitas pembelajaran hingga penguatan karakter generasi muda.
Khofifah juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara kecerdasan dan integritas dalam proses pendidikan. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak cukup hanya diukur dari prestasi akademik semata.
Ia menegaskan bahwa para peserta didik perlu dibekali nilai-nilai moral dan integritas agar mampu menghadapi tantangan masa depan secara bertanggung jawab.
“Inilah sebuah ekosistem pembelajaran yang tidak hanya menyiapkan anak pintar dengan sederet prestasi, tetapi ya pintar, ya benar dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Yang tentunya kita harapkan ilmunya manfaat barokah supaya menjadi amal jariyah kita semua,” ujarnya.
Lebih jauh, Khofifah mengaitkan peran sekolah dengan momentum bonus demografi yang diperkirakan berlangsung hingga 2035. Menurutnya, peserta didik yang saat ini berada di bangku sekolah akan menjadi generasi yang mengisi berbagai posisi strategis saat Indonesia memasuki tahun 2045.
“Ketika Indonesia Emas 2045 terwujud, semoga kita diberikan kesehatan dan panjang umur semua sehingga bisa menyaksikan hasil kerja keras panjenengan bahwa mereka sudah berada di pos-pos strategi negeri ini adalah putra-putri siswa-siswi murid-murid di unit pendidikan di Jawa Timur,” tuturnya.
Selain itu, Khofifah meminta para kepala sekolah dan guru tidak berhenti pada pengelolaan sekolah semata. Mereka juga dituntut mampu menjadi inspirator perubahan dan membangun budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan pendidikan.
“Saya berharap saudara sekalian mampu menghadirkan kepemimpinan yang visioner, adaptif dan berorientasi masa depan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan bahwa dari total 65 kepala sekolah yang dilantik, sebanyak 30 orang merupakan promosi dari guru menjadi kepala sekolah. Sedangkan 35 lainnya merupakan hasil mutasi dan rotasi.
Aries memastikan seluruh kepala sekolah yang dilantik telah melalui tahapan seleksi, evaluasi, serta pendidikan calon kepala sekolah sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami berharap mereka bekerja dengan baik sesuai pakta integritas yang sudah dibacakan bersama karena tidak hanya menjadi figur kepala sekolah tetapi menjadi teladan untuk meningkatkan mutu kualitas pendidikan di sekolah yang mereka pimpin sehingga kepala sekolah semakin menunjukkan kualitas mutu dan kuantitas pelaksanaan kegiatan akan linier dengan harapan murid dan guru di satuan pendidikan,” jelas Aries.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Khofifah juga menyematkan PIN Jatim Cerdas dan menyerahkan piagam penghargaan kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo, Gresik, dan Mojokerto atas capaian jumlah terbanyak murid yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBT 2026.
Pelantikan puluhan kepala sekolah ini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pendidikan Jawa Timur yang selama ini menjadi salah satu rujukan nasional.
“Di tengah tantangan bonus demografi dan target Indonesia Emas 2045, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga kemampuan sekolah membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan berintegritas,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar