JOMBANG, RadarBangsa.co.id — Kondisi jalan nasional di Kabupaten Ngawi menjadi sorotan serius setelah tercatat sekitar 70 persen ruas mengalami kerusakan. Ketimpangan ini kontras dengan jalan kabupaten yang justru berada dalam kondisi relatif baik, mencapai sekitar 90 persen. Kerusakan jalan nasional tersebut dinilai berdampak langsung pada keselamatan pengguna jalan dan kelancaran arus logistik antarwilayah.
Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menyatakan komitmennya mengawal perbaikan infrastruktur jalan nasional di Ngawi hingga ke pemerintah pusat. Komitmen itu disampaikan saat bertemu Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono dalam pertemuan di Kabupaten Jombang, Selasa (6/1/2025).
“Ini kondisi yang tidak ideal. Jalan kabupaten sudah sebagian besar baik, sementara jalan nasional yang beban lalu lintasnya tinggi justru rusak hingga 70 persen,” ujar Lia Istifhama. Ia menegaskan, kerusakan tersebut berkontribusi terhadap tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Ngawi, yang masuk kategori tertinggi di Jawa Timur.
Menurut Lia, jalan nasional di Ngawi tidak hanya berfungsi sebagai akses lokal, tetapi juga jalur strategis penghubung antarprovinsi dan distribusi logistik. “Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Jalan rusak dan sempit meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi kendaraan besar dan pengguna jarak jauh,” katanya.
Sebagai wakil daerah di DPD RI, Lia memastikan akan mendorong percepatan penanganan melalui koordinasi intensif dengan kementerian terkait, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum. Ia menilai perbaikan jalan nasional di Ngawi merupakan kepentingan nasional yang tidak bisa ditunda.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono membenarkan bahwa pemerintah daerah telah berulang kali berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Timur dan pemerintah pusat. Namun, keterbatasan kewenangan daerah membuat perbaikan belum berjalan optimal.
“Selain rusak, lebar jalan nasional juga tidak lagi memadai dengan volume kendaraan yang terus meningkat,” ujarnya.
Ony berharap dukungan dan pengawalan dari DPD RI dapat mempercepat realisasi perbaikan. “Jalan yang layak akan berdampak langsung pada keselamatan, distribusi barang, dan pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Lia Istifhama menegaskan, isu jalan nasional Ngawi akan menjadi agenda prioritas yang terus ia kawal. “Ini soal keadilan infrastruktur dan hak masyarakat. Saya akan pastikan suara Ngawi sampai dan ditindaklanjuti pemerintah pusat,” tutupnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








