LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Ahmad Labib, mengajak kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Lamongan memperkuat penanaman nilai kebangsaan mulai dari lingkungan keluarga.
Ajakan tersebut disampaikan dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan bekerja sama dengan MPR RI di Kantor TP PKK Kabupaten Lamongan, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan itu diikuti pengurus TP PKK Kabupaten Lamongan, para ketua TP PKK kecamatan, serta perwakilan kader PKK desa. Ahmad Labib hadir sebagai pemateri dengan membahas pentingnya penerapan nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menjelaskan, Empat Pilar MPR RI meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Keempatnya menjadi landasan untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Menurut Ahmad Labib, nilai kebangsaan tidak cukup hanya dipahami sebagai konsep. Nilai tersebut perlu diwujudkan melalui perilaku sehari-hari, seperti menghormati perbedaan, mengutamakan musyawarah, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
“Penanaman nilai-nilai kebangsaan harus dimulai dari keluarga. Pancasila tidak cukup hanya dipahami, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui keluarga, kita dapat menanamkan sikap toleransi, saling menghormati, dan semangat persatuan kepada anak-anak sejak dini. Dengan begitu, generasi muda akan tumbuh dengan karakter yang kuat dan mampu menjaga keutuhan NKRI di tengah keberagaman,” ujar Ahmad Labib.
Ia juga mengajak kader PKK berperan aktif menyebarluaskan pemahaman Empat Pilar MPR RI hingga tingkat desa. Melalui kegiatan pembinaan keluarga dan aktivitas sosial, kader PKK dinilai memiliki posisi strategis untuk menanamkan nilai kebangsaan secara berkelanjutan.
Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan turut mengapresiasi sinergi dengan MPR RI melalui kegiatan tersebut. Menurutnya, pemahaman Empat Pilar sejalan dengan peran PKK dalam membangun keluarga yang sehat, sejahtera, berkarakter, dan mampu menjaga kerukunan.
Penerapan nilai kebangsaan dapat dimulai melalui pendidikan karakter anak, penghormatan terhadap perbedaan, pembiasaan musyawarah, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Melalui sosialisasi ini, para kader diharapkan dapat meneruskan materi yang diperoleh kepada keluarga dan masyarakat di wilayah masing-masing. Dengan demikian, penguatan wawasan kebangsaan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar