MALANG, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan bahan bakar minyak (BBM) gratis dan paket sembako kepada 160 pengemudi ojek online (ojol) di SPBU Ciliwung, Kota Malang, Rabu (22/4/2026). Program ini menyasar mayoritas ojol perempuan yang bergantung pada kendaraan untuk menopang ekonomi keluarga.
Langkah ini dinilai strategis di tengah meningkatnya biaya operasional harian, terutama harga BBM yang berdampak langsung pada pendapatan pengemudi. Bantuan tersebut diharapkan mampu menjaga daya tahan ekonomi pekerja sektor informal yang menjadi tulang punggung layanan transportasi masyarakat.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan momentum Hari Kartini menjadi alasan kuat pemberian perhatian khusus kepada ojol perempuan. Banyak dari mereka menjalankan peran ganda sebagai pencari nafkah sekaligus pengurus keluarga.
“Banyak ojol perempuan menjadi tulang punggung ekonomi keluarga, bahkan ada yang single parent. Ini bentuk apresiasi sekaligus dukungan agar mereka tetap kuat,” ujar Khofifah.
Program BBM gratis ini tidak hanya digelar di satu titik, tetapi dirancang menjangkau lebih banyak pengemudi di wilayah lain. Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan bantuan langsung yang tepat sasaran bagi pekerja lapangan.
Selain meringankan biaya operasional, bantuan ini memberi dampak langsung pada keberlangsungan layanan transportasi harian masyarakat. Ojol berperan penting dalam mobilitas warga, distribusi barang, hingga layanan pesan antar.
Sejumlah pengemudi mengaku bantuan tersebut sangat membantu. Tri Hapsari, ojol asal Malang, mengatakan biaya BBM menjadi pengeluaran terbesar dalam pekerjaannya.
“BBM gratis ini sangat meringankan. Kami merasa diperhatikan, apalagi di momen Hari Kartini,” katanya.
Hal senada disampaikan Santi, pengemudi lainnya. Ia berharap program serupa bisa berkelanjutan karena manfaatnya dirasakan langsung oleh para driver.
Melalui program ini, Pemprov Jatim tidak hanya memberi bantuan sesaat, tetapi juga memperkuat peran negara dalam melindungi pekerja sektor informal. “Kami ingin mereka tetap produktif dan optimistis menghadapi tantangan ekonomi,” pungkas Khofifah.
Lainnya:
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
- Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








