SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Kecelakaan maut terjadi di perlintasan sebidang Kereta Api Jalan Kokrosono, Kelurahan Pindrikan Lor, Kecamatan Semarang Tengah, Senin (20/7/2026) pagi. Sebuah sepeda motor tertabrak kereta barang yang melintas, mengakibatkan seorang pelajar sekolah dasar meninggal dunia dan dua korban lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 06.54 WIB saat Kereta Barang Nomor 258 melaju dari arah barat menuju timur. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, palang pintu perlintasan telah ditutup sebagai tanda kereta akan melintas.
Namun, pengendara sepeda motor Honda Supra 125 bernomor polisi H-4050-AF diduga tetap melanjutkan perjalanan dan masuk ke area rel. Petugas penjaga perlintasan diketahui telah memberikan peringatan dengan berteriak kepada pengendara agar berhenti.
Peringatan tersebut tidak sempat direspons. Dalam hitungan detik, bagian belakang sepeda motor tertabrak kereta hingga kendaraan beserta para penumpangnya terpental ke sisi jalan.
Warga yang berada di sekitar lokasi bersama petugas perlintasan langsung memberikan pertolongan. Para korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk mendapatkan penanganan medis.
Dari data yang dihimpun, seorang pelajar sekolah dasar berusia 12 tahun dinyatakan meninggal dunia akibat mengalami luka berat pada bagian kepala. Adapun dua korban lainnya masih menjalani perawatan dan penanganan medis.
Mendapat laporan kejadian tersebut, Kapolsek Semarang Tengah Kompol Sugito, S.H., M.H., bersama personel piket fungsi segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan dan penanganan awal. Polisi juga berkoordinasi dengan Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang guna mendalami penyebab pasti kecelakaan.
Petugas selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mendata identitas korban dan saksi, serta mengamankan barang bukti berupa sepeda motor yang mengalami kerusakan parah akibat benturan.
Kompol Sugito mengingatkan masyarakat agar selalu mematuhi rambu-rambu dan sistem pengamanan yang telah tersedia di perlintasan kereta api.
“Kami turut berduka cita atas musibah ini. Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Masyarakat diharapkan mematuhi seluruh aturan di perlintasan kereta api demi mencegah terulangnya kejadian serupa,” ujarnya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat penting bagi pengguna jalan untuk tidak memaksakan melintas saat palang pintu telah tertutup maupun ketika sinyal peringatan kereta api sudah berbunyi. Kelalaian dalam beberapa detik dapat berujung pada kecelakaan fatal yang merenggut nyawa.
Penulis : Oki
Editor : Zainul Arifin


















Komentar