Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama Dorong Transparansi Penjual Demi Ekosistem Belanja Online Sehat

Selasa, 20 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, saat menyampaikan pandangannya terkait perlindungan konsumen digital. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, saat menyampaikan pandangannya terkait perlindungan konsumen digital. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menekankan pentingnya transparansi identitas penjual dalam ekosistem perdagangan digital. Ia menilai platform e-commerce perlu menyediakan opsi alamat offline yang jelas untuk memperkuat kepercayaan konsumen sekaligus mencegah pola belanja semu yang merugikan pasar digital.

Lia menyampaikan pandangan tersebut sebagai respons atas maraknya fenomena Rojali dan Rohana di pusat perbelanjaan, yang ia nilai berpotensi terjadi pula dalam ruang belanja daring jika tidak diantisipasi sejak dini. Rojali dikenal sebagai Rombongan Jarang Beli, sementara Rohana merujuk pada Rombongan Hanya Nanya, yakni kondisi ramainya pengunjung tanpa diikuti transaksi nyata.

Menurut Lia, pola tersebut berakar pada lemahnya kepastian dan kepercayaan konsumen terhadap penjual. Jika dibiarkan, kondisi serupa dapat menggerus kualitas transaksi di e-commerce.

“Di mall kita mengenal Rojali dan Rohana, ramai pengunjung tapi minim transaksi. Jika e-commerce tidak transparan soal identitas dan alamat penjual, pola serupa bisa muncul di ruang digital,” kata Lia Istifhama, Anggota DPD RI asal Jawa Timur, dalam keterangannya.

Lia menegaskan, keberadaan alamat offline tidak dimaksudkan untuk membatasi fleksibilitas belanja online, melainkan sebagai penanda tanggung jawab pelaku usaha. Dengan informasi yang jelas, konsumen memiliki rujukan konkret mengenai keberadaan penjual dan legalitas usaha yang dijalankan.

“Belanja online harus jelas. Siapa penjualnya, di mana alamat usahanya, dan bagaimana kualitas produknya. Transparansi ini penting agar kepercayaan konsumen tumbuh,” ujarnya.

Ia menilai, kejelasan alamat fisik akan mendorong penjual lebih profesional dalam menjaga mutu produk dan layanan. Konsumen pun tidak hanya berhadapan dengan etalase digital, tetapi memahami bahwa ada aktivitas usaha nyata di balik transaksi daring.

Lebih lanjut, Lia menekankan pentingnya literasi belanja digital bagi masyarakat. Menurutnya, konsumen perlu diedukasi agar tidak hanya tergiur harga murah, tetapi juga memperhatikan kredibilitas penjual.

“Belanja online bukan sekadar klik dan bayar. Ini soal rasa aman dan informasi yang utuh. Kejelasan alamat offline adalah bagian dari edukasi konsumen,” tegasnya.

Dengan penguatan transparansi identitas penjual, Lia berharap ekosistem e-commerce berkembang lebih sehat, konsumen terlindungi, dan transaksi digital tumbuh berkelanjutan. “Jika kepercayaan terbangun, transaksi akan berjalan secara alami dan berkesinambungan,” pungkas Lia Istifhama.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sengketa Sawah 3.653 M² di Lamongan Memanas, Ahli Waris Persoalkan Surat Jual Beli 1984
Tak Temukan Titik Api, Polsek Laren dan Koramil Tetap Wanti-wanti Warga Soal Karhutla di Lamongan
Polsek Laren Wanti-wanti Curanmor, Perangkat Desa di Lamongan Diminta Perkuat Kewaspadaan Warga
Sepakat Damai, Kejari Pasuruan Hentikan Kasus Dugaan Pencurian Motor Lewat Restorative Justice
Kejari Lamongan Panggil Kades Brengkok dan Ketua Pokmas Terkait Dugaan Pungli PTSL
Polsek Laren Sosialisasikan Layanan 110 di Pelangwot, Warga Lamongan Diajak Aktif Jaga Kamtibmas
Patroli Hutan Pelangwot, Polsek Laren Pastikan Tak Ada Titik Api Karhutla di Lamongan
Patroli Malam di Gampangsejati, Polsek Laren Ingatkan Pengunjung Warkop Waspada Curanmor di Lamongan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:12

Tak Temukan Titik Api, Polsek Laren dan Koramil Tetap Wanti-wanti Warga Soal Karhutla di Lamongan

Rabu, 16 September 2026 - 19:02

Polsek Laren Wanti-wanti Curanmor, Perangkat Desa di Lamongan Diminta Perkuat Kewaspadaan Warga

Selasa, 15 September 2026 - 23:32

Sepakat Damai, Kejari Pasuruan Hentikan Kasus Dugaan Pencurian Motor Lewat Restorative Justice

Selasa, 15 September 2026 - 16:34

Kejari Lamongan Panggil Kades Brengkok dan Ketua Pokmas Terkait Dugaan Pungli PTSL

Selasa, 15 September 2026 - 15:56

Polsek Laren Sosialisasikan Layanan 110 di Pelangwot, Warga Lamongan Diajak Aktif Jaga Kamtibmas

Berita Terbaru