SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Di tengah menurunnya kepercayaan publik dan maraknya disinformasi, Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menegaskan pentingnya keteladanan dan integritas dalam menjaga keberlangsungan demokrasi.
Menurutnya, tantangan demokrasi saat ini bukan hanya soal sistem, tetapi juga menyangkut perilaku para pelaku di dalamnya, termasuk politisi, media, dan masyarakat luas. Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada kualitas layanan publik dan partisipasi warga.
“Demokrasi harus dijaga dengan cara yang baik. Kuncinya ada pada integritas, keteladanan, dan bagaimana kita menjaga kepercayaan publik,” ujar Ning Lia.
Ia menilai, rendahnya kepercayaan masyarakat dapat memicu apatisme, terutama di kalangan generasi muda. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi melemahkan kontrol publik terhadap kebijakan pemerintah dan pelayanan masyarakat.
Karena itu, Ning Lia menekankan pentingnya peran media sebagai penjaga keseimbangan informasi. Penyajian berita yang objektif dinilai krusial agar masyarakat tidak terjebak dalam disinformasi yang dapat merusak tatanan demokrasi.
“Media harus objektif. Informasi yang benar akan menjadi fondasi kuat bagi masyarakat dalam mengambil sikap,” tegasnya.
Dalam praktiknya, ia mengaku konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya di sektor pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan kepemudaan. Pendekatan inklusif dan dialogis juga terus dilakukan dengan berbagai elemen, mulai dari pesantren hingga komunitas akar rumput.
Langkah ini dinilai memberi dampak nyata, terutama dalam meningkatkan partisipasi publik dan memperkuat hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat.
“Anak muda jangan apatis. Demokrasi adalah tanggung jawab bersama, dan semua harus terlibat aktif menjaganya,” kata dia.
Tingkat kepercayaan publik terhadap Ning Lia tercermin dari capaian elektoralnya sebesar 2.739.123 suara pada Pemilu lalu. Survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) juga mencatat tingkat kepuasan publik mencapai 70,5 persen.
Ia menutup dengan menegaskan, keberlangsungan demokrasi tidak bisa hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada komitmen moral seluruh elemen bangsa. “Kalau kepercayaan publik terjaga, demokrasi akan tetap kuat,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar