GRESIK, RadarBangsa.co.id – Hak anak berkebutuhan khusus untuk mendapatkan pendidikan inklusif yang layak menjadi sorotan utama Anggota DPD RI Dr. Lia Istifhama. Hal ini dikemukakan saat kunjungan ke SDN 13 Gresik, sekolah yang melayani pendidikan reguler dan inklusi secara bersamaan.
Lia menyoroti ketimpangan pendanaan antara SLB dan sekolah inklusi, yang berdampak pada jumlah siswa ABK yang bisa diterima. “Hanya lima siswa baru ABK tiap tahun. Ini akibat keterbatasan anggaran, dan jelas menjadi masalah sosial nyata,” ujar senator asal Jawa Timur tersebut.
Kendala lain adalah lokasi sekolah inklusi yang masih berbasis kewilayahan, memaksa orang tua menempuh perjalanan jauh untuk akses pendidikan. “Bayangkan risiko yang dihadapi keluarga kurang mampu atau ibu yang harus membonceng anak berkebutuhan khusus dengan kondisi fisik tertentu,” jelas Ning Lia.
Lia mendorong pemerintah pusat memperkuat sekolah inklusi melalui tambahan alokasi BOS, pengembangan berbasis kecamatan, serta pemerataan akses pendidikan. “Sekolah inklusi sudah memberikan pelayanan luar biasa. Negara harus hadir lebih kuat memastikan hak pendidikan ABK terpenuhi,” tegasnya.
=
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar