BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menerima audiensi Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, bersama jajaran Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di Pendopo Agung Bangkalan, Kamis (23/7/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan sektor pertanian melalui pemberdayaan perempuan tani, peningkatan ketahanan pangan, serta pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Salah satu agenda utama dalam audiensi itu ialah pembentukan dan penguatan Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai upaya meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan sektor pertanian. KWT dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat kapasitas perempuan tani sekaligus menopang kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.
Anggota DPD RI Lia Istifhama mengatakan, penguatan KWT merupakan langkah penting dalam mendorong pertanian yang lebih inklusif dan berdaya saing. Perempuan tani diharapkan mampu menjadi penggerak ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat lokal.
“Pembentukan dan penguatan Kelompok Wanita Tani bukan hanya memperkuat sektor pertanian, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan ketahanan pangan,” ujar Lia.
Menurutnya, perempuan tani memiliki posisi strategis dalam pembangunan pertanian nasional. Melalui penguatan kelembagaan KWT, perempuan tidak hanya berperan sebagai pelaku pertanian, tetapi juga menjadi bagian penting dalam penguatan ekonomi keluarga.
Audiensi tersebut juga menyoroti pentingnya menjaga ketahanan pangan mulai dari tingkat rumah tangga. Pemanfaatan lahan pekarangan dinilai menjadi salah satu langkah konkret untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus menciptakan peluang tambahan pendapatan apabila dikelola secara kolektif.
“Ketahanan pangan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga. Pemanfaatan lahan pekarangan menjadi salah satu langkah nyata untuk membangun kemandirian pangan masyarakat,” jelasnya.
Gagasan tersebut diharapkan mampu mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal serta memperkuat kemandirian pangan di Kabupaten Bangkalan. Program-program yang dihasilkan juga diharapkan dapat memberikan dampak langsung bagi peningkatan produktivitas sektor pertanian daerah.
Pemkab Bangkalan menyambut baik berbagai masukan yang disampaikan dalam audiensi tersebut. Sinergi antara Pemkab Bangkalan, DPD RI, dan HKTI dinilai penting untuk memastikan program-program pertanian berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Sinergi antara pemerintah daerah, DPD RI, dan HKTI menjadi kunci agar program pemberdayaan perempuan tani dapat berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Kami berharap penguatan Kelompok Wanita Tani dapat menjadi penggerak lahirnya ekonomi masyarakat yang berbasis potensi lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Bangkalan,” pungkas Lia.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar