Anggota DPD RI Lia Istifhama, Tegaskan Fatayat NU Kekuatan Peradaban di Harlah ke-76

Jumat, 24 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Momentum Hari Lahir (Harlah) ke-76 Fatayat NU tak sekadar seremoni organisasi, tetapi menjadi refleksi arah kebijakan sosial berbasis perempuan di Indonesia. Anggota DPD RI, Lia Istifhama, menegaskan Fatayat NU kini telah berkembang menjadi kekuatan peradaban yang berdampak luas bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya kebutuhan akan peran perempuan dalam menjawab persoalan publik, mulai dari kesehatan keluarga, kekerasan terhadap perempuan, hingga penguatan ekonomi berbasis komunitas.

“Fatayat NU bukan hanya organisasi perempuan. Ini adalah gerakan nilai, gerakan sosial, dan kekuatan peradaban yang tumbuh dari akar tradisi,” ujar Lia Istifhama, Jumat (24/4/2026).

Ia menilai, keberadaan Fatayat NU menjadi penting dalam konteks pembangunan nasional, terutama dalam memperkuat layanan sosial berbasis masyarakat. Di banyak daerah, kader Fatayat terlibat langsung dalam pendampingan ibu dan anak, edukasi kesehatan, hingga advokasi korban kekerasan.

“Di lapangan, Fatayat hadir nyata. Mereka menyentuh persoalan warga yang sering luput dari layanan formal negara,” tegasnya.

Secara historis, Lia menjelaskan, Fatayat NU lahir dari proses panjang sejak Muktamar NU ke-15 tahun 1940 di Surabaya. Dari ruang kecil kepanitiaan, kesadaran perempuan muda NU tumbuh hingga akhirnya resmi menjadi badan otonom pada 1950.

Sejak saat itu, Fatayat berkembang menjadi jaringan nasional yang aktif merespons dinamika sosial. Bahkan pada era 1960-an, organisasi ini membentuk Fatayat Serbaguna (Fatser) sebagai bentuk kesiapan kader menghadapi tantangan ideologi dan sosial.

“Fatayat membuktikan bahwa perempuan tidak hanya menjadi objek, tetapi subjek perubahan. Mereka bergerak senyap, tapi dampaknya terasa,” ujar Ning Lia.

Memasuki era modern, Fatayat NU juga terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Isu literasi digital, ketahanan keluarga, hingga pemberdayaan ekonomi kini menjadi fokus utama.

Menurut Lia, langkah ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks. “Perempuan hari ini harus kuat secara pengetahuan, ekonomi, dan mental. Fatayat menjawab itu,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa pendekatan Fatayat NU tetap berpijak pada nilai Islam moderat. Prinsip menjaga tradisi baik sekaligus menerima perubahan menjadi fondasi utama gerakan.

“Fatayat tidak meninggalkan tradisi, tetapi menguatkannya sebagai basis perubahan,” jelasnya.

Ke depan, Lia mendorong Fatayat NU mengambil peran lebih strategis dalam kebijakan publik. Mulai dari memperkuat kepemimpinan perempuan hingga mendorong perlindungan sosial berbasis komunitas.

“Fatayat harus menjadi inkubator pemimpin perempuan dan garda depan perlindungan masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, potensi Fatayat NU tidak hanya terbatas di tingkat nasional, tetapi juga global. Dengan wajah Islam yang moderat dan inklusif, organisasi ini dinilai mampu menjadi jembatan dialog peradaban.

“Ketika perempuan bergerak dengan nilai, ilmu, dan keberanian, yang lahir bukan sekadar perubahan, tetapi masa depan,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI
SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah
Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan
Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri
Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang
Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi
AI Ubah Dunia Jurnalistik, Wamenaker Tekankan Kompetensi dan Perlindungan Insan Pers
Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 10:47

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI

Rabu, 4 November 2026 - 18:30

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah

Selasa, 3 November 2026 - 19:42

Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan

Selasa, 3 November 2026 - 07:46

Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri

Selasa, 3 November 2026 - 06:46

Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang

Berita Terbaru