Anggota DPD RI Lia Istifhama Terima LDII Jatim di Surabaya, Bahas Moderasi dan Penguatan Perdamaian

Kamis, 12 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama menerima audiensi DPW LDII Jawa Timur di Surabaya, Kamis (12/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Anggota DPD RI Lia Istifhama menerima audiensi DPW LDII Jawa Timur di Surabaya, Kamis (12/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, menerima audiensi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jawa Timur di Kantor DPD RI Perwakilan Jatim, Surabaya, Kamis (12/2/2026). Pertemuan ini membahas kolaborasi pembinaan masyarakat, penguatan moderasi beragama, serta pengenalan konsep Board of Peace sebagai pendekatan menjaga stabilitas sosial.

Audiensi tersebut dihadiri Ketua DPW LDII Jawa Timur H. Amir Amrozi bersama jajaran pengurus, antara lain H. Dzulkifli Purnomo, H. Naditya, Towi, H. M. Fauzan, H. Ach. Kholil, Dr. Dewi Ilma A., Ir. Eni Santoso, Prof. Dr. Hani Plumeriastuti, serta sejumlah perwakilan organisasi sayap LDII.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut hasil musyawarah wilayah LDII Jawa Timur yang mendorong penguatan komunikasi dengan lembaga negara. Fokusnya adalah memperluas sinergi program pembinaan generasi, ketahanan keluarga, dan pemberdayaan sosial berbasis nilai keagamaan yang moderat dan inklusif.

Ketua DPW LDII Jawa Timur menyampaikan bahwa organisasinya selama ini menjalankan program pembinaan karakter generasi muda, penguatan keluarga, serta kegiatan sosial kemasyarakatan. Namun, agar implementasinya lebih luas dan terukur, diperlukan fasilitasi komunikasi dengan pemerintah daerah maupun kementerian terkait.

“Organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan bangsa. Karena itu, kolaborasi dengan pemerintah penting agar program berjalan lebih terarah dan berkelanjutan,” ujar Amir Amrozi dalam forum tersebut.

Menanggapi hal itu, Lia Istifhama menegaskan fungsi DPD RI sebagai representasi daerah yang menjembatani aspirasi masyarakat dengan pemerintah pusat dan daerah. Meski tidak memiliki kewenangan penganggaran seperti DPR RI, DPD memiliki mandat konstitusional dalam pengawasan dan pemberian pertimbangan atas kebijakan tertentu yang menyangkut daerah.

“DPD RI hadir sebagai penghubung aspirasi masyarakat. Kami siap memfasilitasi komunikasi dengan pemerintah daerah, kementerian, maupun pemangku kepentingan lainnya agar program pembinaan masyarakat dapat berjalan optimal,” kata Lia.

Dalam diskusi, kedua pihak juga menyoroti dinamika keislaman di tengah perkembangan isu global yang memengaruhi persepsi publik. Tantangan disinformasi, polarisasi sosial, serta narasi intoleransi menjadi perhatian bersama.

Menurut Lia, penguatan moderasi beragama menjadi kebutuhan mendesak dalam menjaga harmoni sosial. Pendekatan edukatif dan dialogis dinilai efektif mencegah potensi konflik yang berakar pada kesalahpahaman.

Salah satu gagasan yang mengemuka adalah konsep Board of Peace, yakni forum komunikasi sosial berbasis nilai perdamaian. Konsep ini dirancang sebagai ruang dialog lintas elemen untuk merespons perbedaan pandangan secara terbuka dan konstruktif.

Board of Peace menekankan tiga pilar utama: dialog berkelanjutan, literasi keagamaan yang moderat, serta kolaborasi lintas sektor. Melalui pendekatan tersebut, diharapkan tercipta ekosistem sosial yang inklusif dan resilien terhadap provokasi.

Bagi LDII Jawa Timur, konsep ini sejalan dengan komitmen organisasi dalam membina umat dan memperkuat ketahanan keluarga. Sementara bagi DPD RI, gagasan tersebut relevan dengan upaya menjaga stabilitas daerah sebagai fondasi pembangunan nasional.

Secara kontekstual, Jawa Timur sebagai provinsi dengan populasi besar dan keragaman sosial tinggi membutuhkan model komunikasi sosial yang adaptif. Sinergi antara organisasi keagamaan dan lembaga negara dinilai menjadi salah satu instrumen menjaga kohesi sosial.

Pertemuan yang berlangsung dialogis itu ditutup dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti hasil audiensi dalam bentuk komunikasi teknis dan koordinasi lanjutan. Kedua pihak sepakat, pembinaan masyarakat tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kemitraan strategis yang berkesinambungan.

“Penguatan nilai perdamaian harus menjadi komitmen bersama seluruh elemen bangsa. Sinergi inilah yang akan menjaga masyarakat tetap harmonis dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan,” pungkas Lia Istifhama.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru