Balita Tenggelam di Kalidawir, Wabup Sidoarjo Soroti Minimnya Pengawasan

Selasa, 14 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Sidoarjo melayat ke rumah korban, Senin (13/4/2026) (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Wakil Bupati Sidoarjo melayat ke rumah korban, Senin (13/4/2026) (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id — Peristiwa balita tenggelam di Sungai Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Gibran Septian (2) ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang di sekitar bantaran sungai, Senin (13/4/2026).

Suasana haru menyelimuti rumah duka saat Wakil Bupati Sidoarjo, H. Mimik Idayana, datang langsung untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Dalam kunjungan tersebut, Mimik Idayana didampingi Kepala BPBD Sidoarjo Sabino Mariano dan Camat Tanggulangin Arie Prabowo. Kehadiran rombongan pemerintah daerah menjadi bentuk empati sekaligus perhatian atas musibah yang terjadi.

Peristiwa ini bermula ketika korban diduga bermain di sekitar sungai tanpa pengawasan. Balita tersebut kemudian dilaporkan hilang sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di aliran Sungai Kalidawir.

Keluarga korban tampak terpukul, namun berusaha menerima kejadian ini sebagai musibah. Tangis haru masih terdengar saat sejumlah pelayat datang memberikan doa dan dukungan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, kami turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan keikhlasan,” ujar Mimik Idayana.

Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak, terutama di lingkungan yang berisiko seperti bantaran sungai. “Anak-anak sangat mudah tertarik dengan air. Pengawasan tidak boleh lengah,” tegasnya.

Kasus balita tenggelam ini kembali menjadi pengingat serius bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dekat aliran sungai. Minimnya pengawasan serta tingginya rasa ingin tahu anak menjadi kombinasi risiko yang kerap berujung fatal.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen meningkatkan pengawasan di kawasan rawan, termasuk memperkuat edukasi kepada warga tentang pentingnya keselamatan anak di lingkungan terbuka.

Menutup kunjungannya, Mimik kembali menyampaikan doa dan dukungan kepada keluarga korban. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus hadir untuk masyarakat, seraya berharap peristiwa serupa tidak kembali terulang.

Penulis : Tom

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kebakaran Kandang Ayam di Lamongan, 12 Ribu Ekor Ayam Mati dan Kerugian Rp600 Juta
Aksi 250 Buruh di Lamongan, PT PHS Sepakati Pesangon Rp60 Juta, Polsek Tikung Siaga
Motor Beat Masuk Kolong Truk Fuso di Kendal, Pengendara Luka dan Kaki Patah
Diduga Garap Lahan Warga, PT Padasa Enam Utama Diberi Waktu 3 x 24 Jam untuk Merespons
Sempat Tanpa Identitas, Perempuan 65 Tahun Ditemukan di Pinggir Jalan Lamongan
Dolomit atau Bentonit, DLH Lamongan Turun Cek Lima Industri Usai Protes Warga Paciran
Angin Kencang Robohkan 15 Tenda Pameran di Babat Lamongan
Lahan Tebu 4.000 Meter Persegi di Lamongan Terbakar, Ini Penyebabnya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:13

Kebakaran Kandang Ayam di Lamongan, 12 Ribu Ekor Ayam Mati dan Kerugian Rp600 Juta

Selasa, 15 September 2026 - 14:50

Aksi 250 Buruh di Lamongan, PT PHS Sepakati Pesangon Rp60 Juta, Polsek Tikung Siaga

Selasa, 15 September 2026 - 09:35

Motor Beat Masuk Kolong Truk Fuso di Kendal, Pengendara Luka dan Kaki Patah

Senin, 14 September 2026 - 19:39

Diduga Garap Lahan Warga, PT Padasa Enam Utama Diberi Waktu 3 x 24 Jam untuk Merespons

Senin, 14 September 2026 - 08:28

Sempat Tanpa Identitas, Perempuan 65 Tahun Ditemukan di Pinggir Jalan Lamongan

Berita Terbaru