Banjir di Pasuruan Meluas, 11 Kecamatan Terdampak, BPBD Salurkan 10 Ribu Nasi Bungkus, Rejoso dan Beji Terparah

Kamis, 26 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas BPBD menyalurkan nasi bungkus kepada warga terdampak banjir di Pasuruan, Kamis (26/3/2026) (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Petugas BPBD menyalurkan nasi bungkus kepada warga terdampak banjir di Pasuruan, Kamis (26/3/2026) (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan sejak Selasa (24/3/2026) malam masih berdampak luas hingga Kamis (26/3/2026). Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui BPBD terus menyalurkan bantuan darurat, termasuk ribuan nasi bungkus bagi warga terdampak.

Instruksi langsung Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, membuat seluruh shelter kebencanaan di tiga kecamatan Rejoso, Bangil, dan Winongan diaktifkan untuk mempercepat penanganan.

Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengungkapkan sejak hari pertama banjir, pihaknya telah mendistribusikan sedikitnya 10 ribu nasi bungkus ke berbagai wilayah terdampak.

Distribusi difokuskan pada daerah dengan genangan tinggi seperti Winongan, Rejoso, Beji, dan Grati. Setiap hari, dapur umum BPBD mampu memproduksi sekitar tiga ribu nasi bungkus untuk memenuhi kebutuhan warga.

Untuk mempercepat proses, BPBD mengerahkan seluruh personel, termasuk Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan relawan. Upaya ini dilakukan mengingat luasnya wilayah terdampak serta tingginya kebutuhan logistik.

“Semua shelter kami aktifkan untuk membantu kebutuhan kedaruratan, yakni nasi bungkus. Sampai sekarang terus kami buat untuk membantu masyarakat terdampak,” ujar Sugeng di Shelter Rejoso, Kamis (26/3/2026).

Ia menambahkan, seluruh tim dikerahkan agar proses produksi dan distribusi bantuan berjalan cepat dan merata.

BPBD mencatat hingga saat ini banjir masih merendam 11 kecamatan di Kabupaten Pasuruan. Wilayah terparah berada di Kecamatan Rejoso dan Beji dengan ketinggian air mencapai lebih dari satu meter di sejumlah titik.

Di Rejoso, tercatat 1.774 rumah di 11 desa terdampak, dengan Desa Jarangan menjadi titik terparah. Sementara di Beji, tiga desa masih tergenang, termasuk Kedungringin yang mengalami banjir hingga 110 sentimeter.

Kondisi ini berdampak pada aktivitas warga yang lumpuh dan meningkatkan kebutuhan logistik serta evakuasi.

“Kalau yang lainnya rata-rata antara 20 sampai 60 sentimeter. Sekarang sudah banyak yang mulai surut, tapi khusus di Rejoso dan Beji masih tinggi banjirnya,” pungkas Sugeng.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Diduga Kejang Saat Mengemudi, Mobil Tabrak 3 Motor dan Ambulans di Lamongan
Empat Siswa Terjebur Sumur 8 Meter di Lamongan, Begini Kronologinya
Ruko UD Asterpal di Gempol Ludes Terbakar, Kerugian Rp320 Juta
Selamat dari Kebakaran Kapal, 5 Penari Tetap Ingin Tampil di Gandrung Sewu
Dua Kebakaran Lahan di Kedungpring Lamongan, Ini Dugaan Pemicunya
Bendahara II KONI Kendal MRS Ditahan, Diduga Selewengkan Dana Rp798 Juta
Karhutla Jember Mulai Mereda, Perhutani Ingatkan Bahaya Bakar Hutan
Xenia Terbakar Usai Isi Pertalite di Sampang, Dua Orang Luka

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:51

Diduga Kejang Saat Mengemudi, Mobil Tabrak 3 Motor dan Ambulans di Lamongan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:12

Empat Siswa Terjebur Sumur 8 Meter di Lamongan, Begini Kronologinya

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:04

Ruko UD Asterpal di Gempol Ludes Terbakar, Kerugian Rp320 Juta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:43

Selamat dari Kebakaran Kapal, 5 Penari Tetap Ingin Tampil di Gandrung Sewu

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:21

Dua Kebakaran Lahan di Kedungpring Lamongan, Ini Dugaan Pemicunya

Berita Terbaru