Banjir Enam Desa Banyuwangi Picu Respons Cepat Bupati

- Redaksi

Senin, 24 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meninjau rumah warga terdampak banjir di Siliragung sambil memastikan kebutuhan warga terpenuhi. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meninjau rumah warga terdampak banjir di Siliragung sambil memastikan kebutuhan warga terpenuhi. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.idHujan berintensitas tinggi kembali memicu banjir di wilayah selatan Banyuwangi pada Sabtu sore (22/11/2025). Enam desa di dua kecamatan terdampak, yakni Desa Buluagung, Siliragung, Semporejo, dan Kesilir di Kecamatan Siliragung, serta Desa Sumberagung dan Sumbermulyo di Kecamatan Pesanggaran. Genangan air mencapai puluhan sentimeter dan memasuki ratusan rumah warga.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani langsung turun ke lokasi pada Minggu (23/11/2025). Ia meninjau sejumlah titik terdampak sekaligus memastikan kebutuhan warga terpenuhi. “Intensitas hujannya sangat tinggi sehingga ratusan rumah warga tergenang. Kami prioritaskan evakuasi dan pemulihan cepat,” ujarnya.

Di Dusun Krajan, Desa Buluagung, Ipuk melihat langsung kerusakan rumah milik Madori (44). Bagian dapur rumah tersebut ambruk setelah pondasinya tergerus aliran banjir. Warga lain, Sarjono, mengatakan air datang tiba-tiba sekitar pukul 17.30. “Saya sendirian di rumah. Air langsung masuk setengah meter dan barang-barang tidak bisa diselamatkan. Untung surutnya cepat,” ungkapnya.

Selain memberikan bantuan sembako, Pemkab juga memprioritaskan perbaikan rumah rusak dan pembersihan lingkungan. Ipuk kemudian meninjau SDN 3 Sumberagung di Pesanggaran, yang turut terendam. Siswa, guru, dan petugas gabungan bergotong royong membersihkan lumpur dan sisa material.

Menurut Ipuk, penyebab banjir dipicu kombinasi curah hujan ekstrem dan drainase yang tidak optimal. Ia memerintahkan BPBD serta Dinas PU Pengairan untuk melakukan intervensi terukur, termasuk normalisasi sungai dan pembersihan seluruh drainase di jalur terdampak. “Agar aliran air kembali lancar setiap kali hujan turun,” tegasnya.

Selain banjir, longsoran di Gunung Gamping juga menyita perhatian. Lahan yang kini ditanami pisang disebut lebih rentan dibanding tanaman keras sebelumnya. Pemkab telah berkoordinasi dengan Perhutani untuk melakukan reboisasi guna memperbaiki struktur tanah. “Ini penting agar kejadian berulang bisa diminimalkan,” kata Ipuk.

Kalaksa BPBD Banyuwangi Danang Hartanto mencatat 739 KK terdampak. “Hanya satu rumah yang dapurnya ambruk, selebihnya genangan air masuk rumah. Tim gabungan sudah melakukan pembersihan dan penanganan longsor,” ujarnya.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 17:54 WIB

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi

Senin, 4 Mei 2026 - 11:41 WIB

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Berita Terbaru