Banyuwangi Bangun Sekolah Rakyat Permanen 7 Hektare, Didesain Berstandar Internasional

Jumat, 23 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Kamis (22/1/2026). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

Pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Kamis (22/1/2026). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Pemerintah mulai merealisasikan pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen berstandar internasional di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Proyek pendidikan yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu itu dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di atas lahan seluas 7 hektare milik Pemkab Banyuwangi, berlokasi di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan pembangunan telah resmi dimulai dan ditargetkan selesai pada Agustus 2026. Sekolah tersebut dirancang menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan konsep pendidikan berasrama.

“Alhamdulillah, pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Banyuwangi sudah dimulai. Berstandar internasional. Kami berharap pembangunannya berjalan lancar,” ujar Ipuk, Kamis (22/1/2026).

Ipuk menjelaskan, desain sekolah mengusung arsitektur ruang belajar yang sehat, aman, dan nyaman, sekaligus memperhatikan prinsip ramah lingkungan serta integrasi teknologi pendidikan. Selain gedung sekolah, akan dibangun asrama putra dan putri terpisah untuk setiap jenjang, asrama guru, fasilitas olahraga, gedung ibadah, hingga aula. Unsur arsitektur khas Banyuwangi juga diakomodasi untuk memperkuat identitas lokal.

“Targetnya selesai Agustus tahun ini. Nantinya seluruh siswa yang saat ini belajar di sekolah rakyat sementara akan dipindahkan ke lokasi ini. Kami ingin anak-anak betah dan semangat belajar karena fasilitasnya lengkap dan representatif,” imbuh Ipuk.

Saat ini, Banyuwangi telah memiliki dua Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) yang masih menempati bangunan sementara. SRT 2 berlokasi di Balai Diklat PNS Kecamatan Licin, beroperasi sejak Juli 2025 dengan jumlah siswa 125 orang dari jenjang SD hingga SMA. Sementara SRT 46 berada di kompleks Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kecamatan Muncar, diresmikan pada September 2025 dengan jumlah siswa 73 orang.

Plt Kepala Dinas PU CKPP Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo menegaskan pembangunan dilakukan dengan standar tinggi.

“Bangunan dirancang mengutamakan aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan akses. Gedung SD, SMP, dan SMA akan terpisah, termasuk asrama siswa putra dan putri serta asrama guru,” kata Suyanto yang akrab disapa Yayan.

Ia menambahkan, fasilitas olahraga seperti lapangan sepak bola, lapangan basket, jogging track, serta sarana pendukung lainnya juga disiapkan untuk menunjang pembinaan karakter, kesehatan, dan aktivitas siswa.

“Sekolah Rakyat permanen ini diharapkan menjadi pusat pendidikan inklusif yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru