Banyuwangi Bangun TPS3R Karetan, Progres 40 Persen Target Operasi 2026

Selasa, 10 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Banyuwangi meninjau pembangunan TPS3R Karetan di Purwoharjo, Kamis (27/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Banyuwangi meninjau pembangunan TPS3R Karetan di Purwoharjo, Kamis (27/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi terus dipercepat sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah mengatasi persoalan sampah. Hingga awal 2026, progres konstruksi fasilitas pengolahan sampah berkapasitas besar tersebut telah mencapai 40,95 persen.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menargetkan fasilitas pengolahan sampah modern itu mulai beroperasi pada September 2026. TPS3R Karetan digadang menjadi salah satu infrastruktur penting dalam pengelolaan sampah terpadu yang menjangkau puluhan desa di wilayah selatan Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan pembangunan TPS3R Karetan terus dikebut agar dapat segera difungsikan. Ia juga telah meninjau langsung perkembangan proyek tersebut pada 27 Februari 2026 lalu untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai rencana.

“Progres konstruksi sudah mencapai 40,95 persen dan akan terus dikebut. Targetnya, September sudah bisa beroperasi,” ujar Ipuk.

TPS3R Karetan dibangun di atas lahan seluas sekitar 4,8 hektar di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo. Fasilitas ini dirancang sebagai pusat pengolahan sampah skala besar yang mampu menangani berbagai jenis sampah, mulai dari sampah organik, anorganik hingga residu yang membutuhkan penanganan lanjutan.

Nantinya, TPS3R ini akan melayani pengelolaan sampah dari 38 desa yang tersebar di enam kecamatan. Wilayah yang tercakup meliputi Kecamatan Bangorejo, Cluring, Pesanggaran, Purwoharjo, Siliragung, dan Tegaldlimo. Bahkan dalam jangka panjang, fasilitas ini masih berpotensi diperluas untuk menjangkau lima kecamatan lain di sekitarnya.

Dengan kapasitas pengolahan mencapai 160 ton sampah per hari, TPS3R Karetan diperkirakan mampu memproses limbah yang dihasilkan sekitar 362 ribu penduduk atau setara dengan sekitar 100 ribu rumah tangga setiap harinya.
Ipuk menilai keberadaan fasilitas tersebut tidak hanya akan membantu menekan volume sampah yang selama ini menjadi tantangan di banyak daerah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

“Memiliki kapasitas yang besar, artinya TPS ini bisa menyerap banyak tenaga kerja. Sehingga warga bisa ikut mendapatkan manfaat dari kehadirannya,” kata Ipuk.

Sementara itu, Waste Operation Lead Banyuwangi Hijau, Yudi Wahyudi, menjelaskan bahwa saat ini pembangunan konstruksi telah memasuki tahap lanjutan setelah proses pekerjaan tanah selesai.

“Proses cut and fill sudah selesai. Saat ini kami fokus pada pembangunan hanggar utama, kantor operasional, serta workshop pendukung,” ujar Yudi.

Menurutnya, seluruh proses konstruksi ditargetkan selesai pada minggu kedua September 2026. Setelah itu fasilitas akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk segera dioperasikan.

“Jika sesuai jadwal, minggu kedua September konstruksi selesai. Pekan berikutnya bisa langsung diserahkan ke Pemda agar segera beroperasi,” katanya.
TPS3R Karetan merupakan bagian dari program Banyuwangi Hijau yang dikembangkan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dengan perusahaan global Borealis asal Austria melalui inisiatif Project STOP.

Program ini berfokus pada pengendalian sampah, terutama sampah plastik, melalui sistem pemilahan sejak awal. Sampah yang masuk ke fasilitas TPS3R nantinya akan dipilah menjadi beberapa kategori seperti sampah daur ulang, sampah organik yang bisa diolah kembali, serta residu yang memerlukan penanganan khusus.

Selain pembangunan TPS3R Karetan, pemerintah juga merencanakan pembangunan dua Stasiun Peralihan Antara (SPA). Fasilitas tersebut akan dibangun di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, dan Desa Setail, Kecamatan Genteng.

Pembangunan SPA merupakan bagian dari pengembangan fase ketiga program Banyuwangi Hijau yang didukung oleh Clean Rivers, organisasi nirlaba global yang berbasis di Uni Emirat Arab.

Setiap SPA dirancang memiliki kapasitas penanganan sekitar 50 ton sampah per hari. Fasilitas ini berfungsi sebagai titik pengumpulan dan pemilahan awal sebelum sampah dikirim ke TPS3R utama.
Dengan dukungan fasilitas pengolahan yang lebih modern dan terintegrasi, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berharap sistem pengelolaan sampah di wilayahnya dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

“Kami berharap kehadiran TPS3R Karetan bisa menjadi solusi jangka panjang persoalan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan,” ujar Ipuk.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru