BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menggelar gerakan Belanja ke Pasar Tradisional, UMKM, dan warung rakyat pada “tanggal cantik”, Selasa (9/9/2025). Tahun ini, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menginstruksikan agar belanja masyarakat dan aparatur sipil negara difasilitasi melalui layanan pesan antar online seperti Gojek, Grab, Maxim, maupun transportasi online lokal.
Gerakan belanja ini telah rutin digelar Pemkab Banyuwangi sejak April 2021, setiap tanggal yang memiliki angka sama, seperti 1 Januari atau 2 Februari. Aksi ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, serta menyalurkan bantuan kepada warga kurang mampu yang terdata dalam database UGD Kemiskinan Banyuwangi.
Gerakan ini melibatkan berbagai pihak, mulai ASN, BUMN, BUMD, hingga pelaku usaha lokal. Dengan memanfaatkan jasa layanan ojek online, proses belanja menjadi lebih praktis sekaligus memberi manfaat tambahan bagi para driver. Bupati Ipuk menekankan manfaat ganda dari program ini.
“Selain meningkatkan pendapatan pelaku UMKM dan warung rakyat, aksi kali ini juga untuk meramaikan orderan teman-teman driver ojol,” ujarnya.
Salah satu driver Gojek, Riyan, membenarkan tingginya aktivitas layanan pesan antar sejak pagi hari.
“Makanya dari pagi kok ramai Gosend dan Gofood. Banyak pesanan belanja ke warung-warung, seperti telur, gula, beras, dan lainnya. Alhamdulillah,” kata Riyan.
Gerakan belanja tanggal cantik juga melengkapi serangkaian program pro-rakyat yang digulirkan Pemkab Banyuwangi, termasuk Banyuwangi Berbagi yang mengajak kolaborasi berbagai pihak untuk membantu ribuan warga pra-sejahtera. Selain bantuan sosial, Pemkab juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui program afirmasi, seperti bantuan alat dan pelatihan usaha bagi pelaku UMKM, program Warung Naik Kelas untuk meningkatkan kapasitas warung rakyat, dan Kanggo Riko yang memberikan stimulus usaha bagi perempuan sebagai tulang punggung keluarga.
Bupati Ipuk menegaskan, gerakan belanja tanggal cantik tidak hanya soal transaksi ekonomi, tetapi juga upaya membangun ekosistem sosial yang saling mendukung.
“Gerakan ini membuat roda perekonomian bergerak, UMKM diuntungkan, warga kurang mampu terbantu, dan teman-teman driver ojol ikut merasakan manfaatnya,” tegas Ipuk.
Lainnya:
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
- Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








