Belasan Buruh PT BMI Lamongan Dilarikan ke Rumah Sakit, Polisi Selidiki Sumber Uap Produksi

Jumat, 5 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penanganan 19 buruh PT Bumi Menara Internusa di RSI Nashrul Ummah Lamongan, Jumat, 5 Juni 2026. (Foto: Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Penanganan 19 buruh PT Bumi Menara Internusa di RSI Nashrul Ummah Lamongan, Jumat, 5 Juni 2026. (Foto: Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Sebanyak 19 buruh PT Bumi Menara Internusa (BMI) di Kecamatan Deket, Lamongan, dilarikan ke RSI Nashrul Ummah Lamongan, Jumat (5/6/2026) siang. Para pekerja mengeluh sesak napas, lemas, pusing, hingga iritasi mata usai diduga menghirup uap di bagian produksi pabrik.

Sebagian korban sempat mendapat pertolongan pertama di klinik internal perusahaan sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit. Dari jumlah itu, enam orang harus menjalani rawat inap karena membutuhkan pemantauan medis lebih lanjut.

Peristiwa itu membuat aktivitas di lingkungan kerja PT BMI mendadak jadi perhatian. Para buruh yang awalnya bekerja seperti biasa tiba-tiba mengalami keluhan serupa dan harus dievakuasi bertahap ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Humas RSI Nashrul Ummah Lamongan, Irmayanti, mengatakan para pasien datang dengan keluhan utama sesak napas, pusing, lemas, serta mata perih dan berair. Kondisi itu membuat rumah sakit bergerak cepat melakukan penanganan sesuai kebutuhan masing-masing pasien.

“Dari keterangan yang kami terima, ada kebocoran gas di bagian produksi. Para karyawan menghirup udara tersebut, sehingga muncul keluhan mata perih, berair, tenggorokan kering, pusing, dan lemas,” ujarnya.

Menurut pihak rumah sakit, dari total 19 pasien yang ditangani, enam orang harus menjalani rawat inap. Sisanya diperbolehkan menjalani rawat jalan setelah mendapat pemeriksaan dan penanganan awal, termasuk infus untuk memulihkan kondisi.

Dari lokasi yang sama, Kapolsek Deket AKP A. Khusen menyampaikan hal serupa. Ia menyebut para karyawan di ruangan produksi itu diduga menghirup uap yang memicu keluhan kesehatan.

“Hanya uapnya saja. Uap itu dihirup karyawan. Kemudian karyawan itu merasa pusing dan mual, sehingga dibawa ke Rumah Sakit (RSI Nashrul Ummah),” katanya saat dikonfirmasi di RSI setempat.

Meski demikian, Khusen menegaskan dugaan tersebut masih perlu didalami. Pihaknya juga membantah adanya informasi awal soal tabung bocor dan menyebut penyelidikan masih berjalan.

“Untuk uapnya masih dalam penyelidikan,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kebakaran Kandang Ayam di Lamongan, 12 Ribu Ekor Ayam Mati dan Kerugian Rp600 Juta
Aksi 250 Buruh di Lamongan, PT PHS Sepakati Pesangon Rp60 Juta, Polsek Tikung Siaga
Motor Beat Masuk Kolong Truk Fuso di Kendal, Pengendara Luka dan Kaki Patah
Diduga Garap Lahan Warga, PT Padasa Enam Utama Diberi Waktu 3 x 24 Jam untuk Merespons
Sempat Tanpa Identitas, Perempuan 65 Tahun Ditemukan di Pinggir Jalan Lamongan
Dolomit atau Bentonit, DLH Lamongan Turun Cek Lima Industri Usai Protes Warga Paciran
Angin Kencang Robohkan 15 Tenda Pameran di Babat Lamongan
Lahan Tebu 4.000 Meter Persegi di Lamongan Terbakar, Ini Penyebabnya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:13

Kebakaran Kandang Ayam di Lamongan, 12 Ribu Ekor Ayam Mati dan Kerugian Rp600 Juta

Selasa, 15 September 2026 - 14:50

Aksi 250 Buruh di Lamongan, PT PHS Sepakati Pesangon Rp60 Juta, Polsek Tikung Siaga

Selasa, 15 September 2026 - 09:35

Motor Beat Masuk Kolong Truk Fuso di Kendal, Pengendara Luka dan Kaki Patah

Senin, 14 September 2026 - 19:39

Diduga Garap Lahan Warga, PT Padasa Enam Utama Diberi Waktu 3 x 24 Jam untuk Merespons

Senin, 14 September 2026 - 08:28

Sempat Tanpa Identitas, Perempuan 65 Tahun Ditemukan di Pinggir Jalan Lamongan

Berita Terbaru