LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Bhabinkamtibmas Polsek Tikung bersama Babinsa Koramil Tikung melakukan pendampingan sekaligus monitoring kegiatan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tahun 2025 di Desa Wonokromo, Kecamatan Tikung, Rabu (23/7/2025). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.00 WIB ini menyasar kandang-kandang warga di Dusun Tlogogede dan Dusun Blumbungan.
Tim vaksinator dari Puskeswan Tikung dipimpin oleh drh. Qabilah Cita K.N.S. dan didampingi aparat desa, Bhabinkamtibmas Briptu Dwi Bai, serta Babinsa setempat.
Dalam keterangannya, drh. Qabilah mengatakan bahwa kegiatan vaksinasi ini merupakan bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian PMK di tingkat desa, terutama menjelang musim panen ternak.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan seluruh hewan yang rentan sudah terdata dan tervaksin dengan baik. Ini langkah preventif yang harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa edukasi kepada peternak terus dilakukan di lapangan agar mereka bisa mengenali gejala PMK sejak dini.
“Kami juga memberikan edukasi langsung kepada peternak agar segera melapor jika ada gejala PMK seperti air liur berlebihan, lepuh di mulut atau kuku. Tindakan cepat akan memutus potensi penyebaran,” tambahnya.
Menurutnya, kesehatan hewan merupakan tanggung jawab bersama semua pihak.
“Hewan ternak yang sehat akan menjaga stabilitas ekonomi peternak. Maka ini bukan hanya tugas petugas, tapi semua elemen,” tegasnya.
Kepala Desa Wonokromo, Ari, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasinya atas sinergi lintas sektor yang terlibat dalam vaksinasi ini.
“Kegiatan vaksinasi ini sangat membantu masyarakat kami, terutama para peternak kecil yang bergantung pada hewan ternaknya sebagai sumber penghidupan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kesadaran warga untuk menjaga kebersihan kandang dan kesehatan ternak makin meningkat setelah dilakukan edukasi langsung.
“Dengan pendekatan yang humanis dan partisipatif, warga jadi lebih aktif menjaga lingkungan kandang dan mengikuti anjuran petugas,” tambahnya.
Ari juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkala.
“Program ini sangat dirasakan manfaatnya dan kami siap mendukung sepenuhnya,” terangnya.
Sementara itu, Kapolsek Tikung AKP Anang Purwo Widodo, SH melalui Bhabinkamtibmas Briptu Dwi Bai menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan berbasis peternakan.
“Kami hadir di lapangan untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar, sekaligus memberi dukungan moril kepada warga,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi cepat antara warga dan pemerintah desa bila ditemukan gejala PMK.
“Jika ternak menunjukkan tanda-tanda terjangkit, segera laporkan ke pemdes agar bisa segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait. Jangan menunggu sampai parah,” tambahnya.
Menurutnya, hingga saat ini kondisi di wilayah Kecamatan Tikung masih terkendali.
“Wilayah kami sampai saat ini masih aman dari penyebaran PMK. Ini hasil kerja sama semua pihak,” terangnya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan pasar hewan sudah mulai berangsur normal dengan protokol ketat.
“Pasar Hewan Tikung sudah kami buka kembali, tentu dengan pengawasan dan pengendalian agar tidak jadi titik rawan penularan,” tutupnya.
Selama kegiatan berlangsung, jumlah hewan ternak yang berhasil divaksinasi di Dusun Tlogogede mencapai 64 ekor sapi dan 127 ekor kambing. Sementara di Dusun Blumbungan terdapat 41 ekor sapi dan 102 ekor kambing, sehingga total keseluruhan mencapai 105 ekor sapi dan 229 ekor kambing.
Lainnya:
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
- Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








