BANGKALAN, RadarBangsa.co.id — Kepanikan melanda warga Desa Tunjung, Kecamatan Burneh, Bangkalan, setelah seorang ibu dan anaknya dilaporkan hilang di tepi Sungai Tunjung, Selasa (31/03/2026). Dugaan serangan buaya muara membuat operasi pencarian intensif dilakukan BPBD bersama TNI-Polri dan relawan SAR.
Suasana di tepi sungai dipenuhi duka dan kecemasan. Sepasang sandal kecil milik korban ditemukan di lokasi, menambah kepastian hilangnya ibu dan anak tersebut. Kerumunan warga menatap perairan dengan harap cemas, sementara keluarga korban menangis tersedu memanggil nama orang tercinta mereka.
Kepala BPBD Bangkalan, M Zainul Qomar, menggambarkan kondisi di lapangan. “Kondisi keluarga sangat terpukul. Dari pihak laki-laki sampai menangis histeris. Ini sangat meresahkan, apalagi dengan adanya dugaan buaya,” ujarnya.
Sejak pagi, tim gabungan menyisir sungai menggunakan 15 perahu, dengan 2 perahu beroperasi terus-menerus. Petugas melakukan pencarian menyeluruh, baik di permukaan maupun siap menghadapi kemungkinan ancaman di bawah air.
Menurut Qomar, warga sempat melihat satu ekor buaya naik ke darat dan munculnya ular berwarna hitam di permukaan sungai. “Warga sempat melihat langsung. Bahkan kami sudah mencoba memancing dengan ayam dan bebek, tapi belum ada hasil,” tambahnya.
Aktivitas di sekitar sungai dihentikan sementara, dan banner peringatan dipasang untuk menandai area berbahaya. Operasi pencarian menjadi prioritas utama, sekaligus menjaga keamanan warga dari potensi serangan hewan buas.
Peristiwa ini menunjukkan risiko nyata bagi masyarakat sekitar sungai yang sering beraktivitas di tepi perairan. Pemerintah dan BPBD mengimbau warga untuk tetap waspada dan menunda kegiatan di area rawan.
“Kami akan terus melakukan pencarian tanpa henti. Doa dan harapan keluarga menjadi kekuatan kami,” pungkas Qomar. Hingga kini, ibu dan anak tersebut belum ditemukan, sementara tim SAR tetap mengintensifkan operasi di seluruh tepi Sungai Tunjung.
Penulis : Lan
Editor : Zainul Arifin


















Komentar