Buaya Muara Mengancam, Ibu dan Anak Hilang Misterius di Sungai Tunjung Bangkalan

Selasa, 31 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 Tim BPBD Bangkalan melakukan pencarian ibu dan anak hilang di Sungai Tunjung, Selasa, 31 Maret 2026 (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Tim BPBD Bangkalan melakukan pencarian ibu dan anak hilang di Sungai Tunjung, Selasa, 31 Maret 2026 (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANGKALAN, RadarBangsa.co.id — Kepanikan melanda warga Desa Tunjung, Kecamatan Burneh, Bangkalan, setelah seorang ibu dan anaknya dilaporkan hilang di tepi Sungai Tunjung, Selasa (31/03/2026). Dugaan serangan buaya muara membuat operasi pencarian intensif dilakukan BPBD bersama TNI-Polri dan relawan SAR.

Suasana di tepi sungai dipenuhi duka dan kecemasan. Sepasang sandal kecil milik korban ditemukan di lokasi, menambah kepastian hilangnya ibu dan anak tersebut. Kerumunan warga menatap perairan dengan harap cemas, sementara keluarga korban menangis tersedu memanggil nama orang tercinta mereka.

Kepala BPBD Bangkalan, M Zainul Qomar, menggambarkan kondisi di lapangan. “Kondisi keluarga sangat terpukul. Dari pihak laki-laki sampai menangis histeris. Ini sangat meresahkan, apalagi dengan adanya dugaan buaya,” ujarnya.

Sejak pagi, tim gabungan menyisir sungai menggunakan 15 perahu, dengan 2 perahu beroperasi terus-menerus. Petugas melakukan pencarian menyeluruh, baik di permukaan maupun siap menghadapi kemungkinan ancaman di bawah air.

Menurut Qomar, warga sempat melihat satu ekor buaya naik ke darat dan munculnya ular berwarna hitam di permukaan sungai. “Warga sempat melihat langsung. Bahkan kami sudah mencoba memancing dengan ayam dan bebek, tapi belum ada hasil,” tambahnya.

Aktivitas di sekitar sungai dihentikan sementara, dan banner peringatan dipasang untuk menandai area berbahaya. Operasi pencarian menjadi prioritas utama, sekaligus menjaga keamanan warga dari potensi serangan hewan buas.

Peristiwa ini menunjukkan risiko nyata bagi masyarakat sekitar sungai yang sering beraktivitas di tepi perairan. Pemerintah dan BPBD mengimbau warga untuk tetap waspada dan menunda kegiatan di area rawan.

“Kami akan terus melakukan pencarian tanpa henti. Doa dan harapan keluarga menjadi kekuatan kami,” pungkas Qomar. Hingga kini, ibu dan anak tersebut belum ditemukan, sementara tim SAR tetap mengintensifkan operasi di seluruh tepi Sungai Tunjung.

Penulis : Lan

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kebakaran Kandang Ayam di Lamongan, 12 Ribu Ekor Ayam Mati dan Kerugian Rp600 Juta
Aksi 250 Buruh di Lamongan, PT PHS Sepakati Pesangon Rp60 Juta, Polsek Tikung Siaga
Motor Beat Masuk Kolong Truk Fuso di Kendal, Pengendara Luka dan Kaki Patah
Diduga Garap Lahan Warga, PT Padasa Enam Utama Diberi Waktu 3 x 24 Jam untuk Merespons
Sempat Tanpa Identitas, Perempuan 65 Tahun Ditemukan di Pinggir Jalan Lamongan
Dolomit atau Bentonit, DLH Lamongan Turun Cek Lima Industri Usai Protes Warga Paciran
Angin Kencang Robohkan 15 Tenda Pameran di Babat Lamongan
Lahan Tebu 4.000 Meter Persegi di Lamongan Terbakar, Ini Penyebabnya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:13

Kebakaran Kandang Ayam di Lamongan, 12 Ribu Ekor Ayam Mati dan Kerugian Rp600 Juta

Selasa, 15 September 2026 - 14:50

Aksi 250 Buruh di Lamongan, PT PHS Sepakati Pesangon Rp60 Juta, Polsek Tikung Siaga

Selasa, 15 September 2026 - 09:35

Motor Beat Masuk Kolong Truk Fuso di Kendal, Pengendara Luka dan Kaki Patah

Senin, 14 September 2026 - 19:39

Diduga Garap Lahan Warga, PT Padasa Enam Utama Diberi Waktu 3 x 24 Jam untuk Merespons

Senin, 14 September 2026 - 08:28

Sempat Tanpa Identitas, Perempuan 65 Tahun Ditemukan di Pinggir Jalan Lamongan

Berita Terbaru