Bukan Dongeng, 96 Persen Balita Lamongan Lepas dari Stunting

- Redaksi

Rabu, 11 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara saat paparan progres program 1-10-100 penurunan stunting di Command Center Lamongan, Rabu (11/6/2025) | Dok Ho/RadarBangsa

Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara saat paparan progres program 1-10-100 penurunan stunting di Command Center Lamongan, Rabu (11/6/2025) | Dok Ho/RadarBangsa

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Inovasi luar biasa kembali ditorehkan Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting. Melalui program unggulan bertajuk 1-10-100, sinergi antara pemerintah daerah dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan mendapat apresiasi tinggi dari Tim Penilaian Kinerja Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Jawa Timur.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam forum daring bersama panelis provinsi yang berlangsung di Command Center Kabupaten Lamongan, Rabu (11/6/2025). Program 1-10-100 dinilai sebagai solusi konkret, inovatif, dan berkelanjutan dalam menekan prevalensi stunting di tingkat daerah.

Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, menyampaikan bahwa program ini merupakan gerakan sosial berbasis kepedulian masyarakat, dengan pola satu orang tua asuh menyantuni sepuluh balita selama seratus hari. Bantuan senilai Rp 5 juta per orang tua asuh difokuskan pada penyediaan makanan bergizi, pendampingan, serta pemantauan perkembangan balita.

“Program ini merupakan bentuk intervensi langsung yang terbukti efektif. Di tahun 2024, dana yang terhimpun dari 71 orang tua asuh —baik dari kalangan perusahaan (CSR), organisasi, komunitas, hingga perorangan— mencapai lebih dari Rp 870 juta,” terang Mas Dirham.

Dana tersebut, lanjutnya, berhasil menjangkau 2.640 balita yang masuk dalam kategori stunting dan berisiko stunting, atau setara dengan 96,58 persen dari total sasaran yang tercatat sebanyak 2.557 balita.

“Program ini bahkan menjadi inspirasi nasional. Pemerintah pusat mengadopsinya dengan nama Gerakan Genting, yaitu Gerakan Orang Tua Asuh Menurunkan Stunting,” imbuhnya.

Keberhasilan program ini pun tercermin dari hasil pengukuran prevalensi stunting berdasarkan data Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) dan Survey Kesehatan Indonesia (SKI). Dalam kurun waktu dua tahun, Lamongan mencatatkan penurunan signifikan, dari 27,5 persen di tahun 2022 menjadi hanya 6,9 persen di tahun 2024.

Capaian tersebut tak lepas dari kolaborasi lintas sektor, termasuk Universitas Islam Lamongan (Unisla) yang turut mendampingi pelaksanaan program. Setiap dua minggu sekali, anak asuh dipantau melalui pengukuran berat badan, tinggi badan, dan indikator lainnya. Hasil evaluasi tersebut kemudian dilaporkan secara berkala kepada orang tua asuh masing-masing.

“Dari total balita yang mengikuti program, 75 persen dinyatakan keluar dari garis stunting, sementara sisanya masih menunjukkan gejala karena memiliki penyakit bawaan,” ungkap Mas Dirham.

Dalam forum daring tersebut, apresiasi juga datang dari tim panelis Provinsi Jawa Timur, yang terdiri dari unsur Dinas Kesehatan, DP3A, akademisi dari Universitas Airlangga, TP PKK Jawa Timur, hingga organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah.

“Kami sangat tertarik dengan inovasi program 1-10-100 ini, dan ingin mempelajari lebih jauh implementasinya,” ujar salah satu panelis.

Dengan pendekatan berbasis kemitraan sosial, Pemkab Lamongan tidak hanya mampu menurunkan angka stunting secara signifikan, tetapi juga memperkuat kesadaran kolektif masyarakat dalam membangun generasi masa depan yang lebih sehat, kuat, dan tangguh.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 17:54 WIB

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi

Senin, 4 Mei 2026 - 11:41 WIB

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Berita Terbaru