BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Bupati Bangkalan Lukman Hakim turun langsung menemui mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Sikap tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk membuka ruang dialog, menerima kritik, serta merespons tuntutan publik secara terbuka dan demokratis.
Di bawah terik matahari, Lukman Hakim tampak berdiri sejajar dengan para mahasiswa, mendengarkan orasi dan tuntutan yang disampaikan secara bergantian. Kehadiran orang nomor satu di Bangkalan itu dinilai sebagai simbol keterbukaan pemerintah daerah terhadap kontrol sosial, khususnya dari kalangan mahasiswa sebagai representasi suara kritis masyarakat.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Lukman Hakim menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa terhadap berbagai persoalan pembangunan daerah.
“Saya berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa HMI yang telah menyampaikan aspirasi secara langsung. Apa yang disampaikan hari ini pada dasarnya adalah harapan kita bersama untuk Bangkalan yang lebih baik, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan publik,” ujar Lukman Hakim, Bupati Bangkalan.
Menanggapi tuntutan terkait kualitas pelayanan publik, Lukman menjelaskan bahwa pemerintah daerah saat ini tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja birokrasi. Ia menegaskan bahwa indikator penilaian pelayanan publik telah mengalami perubahan signifikan.
“Jika sebelumnya evaluasi hanya menyasar beberapa Organisasi Perangkat Daerah, sekarang cakupannya diperluas hingga kecamatan, kelurahan, dan desa. Totalnya lebih dari seribu unit layanan yang dinilai. Dengan skema ini, tentu masih ada kekurangan yang harus kita benahi,” jelasnya.
Menurutnya, kritik mahasiswa menjadi pengingat sekaligus dorongan moral agar agenda reformasi birokrasi berjalan lebih konsisten dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Dalam dialog tersebut, isu pengelolaan sampah juga mengemuka. Lukman menyebut Pemkab Bangkalan telah menyiapkan langkah strategis, termasuk rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah yang ditargetkan mulai direalisasikan pada 2026, serta penguatan program “satu desa satu inovasi”.
Menanggapi adanya insiden dorong-dorongan saat aksi berlangsung, Lukman menyampaikan permohonan maaf dan memastikan tidak ada upaya membenturkan mahasiswa dengan aparat keamanan.
“Tidak ada niat membentur siapa pun. Semua ini adalah bagian dari proses demokrasi yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.
Aksi dialogis ini menegaskan pendekatan persuasif dan partisipatif Pemkab Bangkalan dalam merespons aspirasi publik, sekaligus memperkuat komitmen pembenahan pelayanan dan tata kelola pemerintahan ke depan.
“Masukan dari mahasiswa akan kami tindak lanjuti secara bertahap dan terukur demi kepentingan masyarakat Bangkalan,” pungkas Lukman Hakim.
Lainnya:
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
- Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








