Bupati Banyuwangi Ipuk Dukung Program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo

- Redaksi

Selasa, 21 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyaksikan akad massal KPR bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah di area Car Free Day, Jalan Ahmad Yani, Banyuwangi, Minggu (19/10/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyaksikan akad massal KPR bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah di area Car Free Day, Jalan Ahmad Yani, Banyuwangi, Minggu (19/10/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Upaya mendukung program pembangunan tiga juta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang digagas Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan hasil nyata di daerah. Di Banyuwangi, kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank BTN, dan para pengembang perumahan terus digencarkan untuk memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat kecil.

Pada Minggu (19/10/2025), Bank BTN Cabang Banyuwangi bersama sejumlah pengembang menggelar akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi di area Car Free Day (CFD) Jalan Ahmad Yani, tepat di depan Kantor Pemkab Banyuwangi. Kegiatan ini diikuti oleh 37 penerima manfaat dari program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan disaksikan langsung oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.

Bupati Ipuk menyebutkan, program tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk mempercepat penyediaan rumah layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. “Program MBR ini merupakan inisiatif Presiden. Karena itu, seluruh pihak perlu bersinergi agar tujuan ini bisa tercapai dan masyarakat semakin mudah memiliki rumah sendiri,” ujar Ipuk.

Ia menambahkan, pemerintah daerah siap memperkuat kerja sama dengan perbankan dan pengembang perumahan agar akses masyarakat terhadap rumah bersubsidi semakin luas. “Kami berharap Bank BTN terus memperluas jangkauan program ini sehingga makin banyak warga Banyuwangi memiliki rumah layak huni dengan cicilan ringan,” kata Ipuk.

Sementara itu, Branch Manager Bank BTN Cabang Banyuwangi, Ginanjar Fahmi Pratama, menyampaikan bahwa realisasi penyaluran KPR FLPP pada 2025 telah mencapai sekitar 800 unit rumah. Tahun ini, pihaknya menargetkan lebih dari 1.000 unit, dan jumlah itu akan terus meningkat setiap tahun.

“Sebagai bank penyalur utama KPR subsidi, BTN berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk mereka yang bekerja di sektor informal,” jelas Ginanjar. Ia menegaskan, kolaborasi antara perbankan, pengembang, dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam mewujudkan target nasional pembangunan tiga juta rumah.

Dukungan serupa juga datang dari sektor pengembang. Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur Komisariat Banyuwangi, Rindar Suhardiansyah, menyebut pasar properti di Banyuwangi tumbuh pesat dan berdampak luas terhadap lebih dari 80 sektor turunan, mulai konstruksi hingga industri furnitur.

“Program KPR bersubsidi sangat membantu masyarakat. Dengan bunga tetap lima persen dan kuota nasional mencapai lebih dari 200 ribu unit, masyarakat punya peluang besar memiliki rumah sendiri,” ungkapnya.

Ketua APERSI Korwil Banyuwangi, Fajar Susanto, menambahkan, anggotanya mampu menjual hingga 100 unit rumah per bulan, dengan total penjualan tahunan mencapai 500–1.000 unit. “Kemudahan perizinan dari pemerintah daerah membuat pembangunan berjalan lancar. Program ini benar-benar memberi harapan bagi masyarakat kecil,” ujarnya.

Salah satu penerima manfaat, Bimantara (29), warga Kelurahan Panderejo, mengaku senang bisa mengikuti program KPR bersubsidi dan telah menandatangani akad di Perumahan Cemara Sari Residence. “Prosesnya cepat dan tidak rumit. Cicilan juga terjangkau, sekitar satu jutaan per bulan,” tuturnya.

Bagi Bimantara, memiliki rumah pribadi adalah langkah penting menata masa depan. “Program ini membuka jalan bagi kami yang berpenghasilan pas-pasan untuk punya rumah sendiri. Cicilannya masih bisa dijangkau,” katanya.

Dengan sinergi lintas sektor, Banyuwangi diharapkan menjadi salah satu daerah yang mampu berkontribusi besar dalam pencapaian target nasional pembangunan tiga juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga
Blitar Siaga Kemarau 2026, 21 Desa Masuk Zona Merah Kekeringan

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Berita Terbaru