Bupati Ipuk Tinjau Sekolah Rakyat Banyuwangi, Peluk Siswa yang Rindu Ibunda

Kamis, 11 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memeluk Naura, siswi kelas I SD Sekolah Rakyat, yang menangis rindu ibunya saat kunjungan ke SRT 2 Banyuwangi, Rabu (10/9/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memeluk Naura, siswi kelas I SD Sekolah Rakyat, yang menangis rindu ibunya saat kunjungan ke SRT 2 Banyuwangi, Rabu (10/9/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Suasana haru menyelimuti kunjungan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Banyuwangi, Rabu sore (10/9/2025). Dalam kesempatan itu, Ipuk terlihat memeluk erat seorang siswi kelas I SD bernama Naura yang menangis karena rindu ibunya.

Naura, bocah enam tahun yang telah dua bulan tinggal di asrama Sekolah Rakyat di Gedung Diklat PNS Kecamatan Licin, tidak kuasa menahan tangis saat kelompok paduan suara siswa menyanyikan lagu berjudul Ibu. Lagu ciptaan Rara Tarmizi yang dipopulerkan Haddad Alwi itu sontak membuat suasana menjadi emosional.

“Ibuk… Ibuk…” ucap Naura lirih sambil terus menangis di pelukan Bupati Ipuk.

Dengan sabar, Ipuk memangku dan menenangkan Naura. Sesekali ia mengusap pipi dan pundak siswi kecil tersebut. Air mata juga tampak menetes di wajah Ipuk, bahkan beberapa kepala OPD yang mendampinginya turut larut dalam suasana haru.

Dalam momen tersebut, Ipuk menyampaikan pesan agar para siswa tidak patah semangat menempuh pendidikan meski harus tinggal jauh dari orang tua.

“Saat ini kalian sedang berjuang. Sekolah ini akan menjadi bekal untuk masa depan. Tetaplah sabar dan semangat belajar. Nikmati semua prosesnya,” tutur Ipuk.

Bupati perempuan pertama Banyuwangi itu juga menegaskan bahwa kerinduan terhadap keluarga adalah hal wajar, namun ia berharap anak-anak tetap yakin dengan masa depan yang tengah mereka perjuangkan.

“Kami tahu kalian rindu rumah dan orang tua. Itu pasti berat. Tapi percayalah, apa yang kalian perjuangkan sekarang akan menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih baik,” tambahnya.

Sekolah Rakyat Banyuwangi merupakan sekolah berasrama yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Saat ini jumlah siswa mencapai 125 orang, terdiri atas 25 siswa SD, 50 siswa SMP, dan 50 siswa SMA.

Kehadiran sekolah ini menjadi upaya Pemkab Banyuwangi dalam membuka akses pendidikan sekaligus menjamin kebutuhan dasar siswa. “Kami ingin memastikan seluruh kegiatan pembelajaran berjalan lancar, sekaligus melihat langsung perkembangan anak-anak di sini,” jelas Ipuk.

Dalam kunjungan itu, Ipuk didampingi Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra serta jajaran pejabat Pemkab.

Beberapa siswa mengaku senang bisa bersekolah di SRT Banyuwangi. Hasyiela Zahra, siswi kelas 10 SMA, menyebut fasilitas asrama dan jaminan kebutuhan sehari-hari membuatnya lebih fokus belajar.

“Senang sekali, karena kebutuhan makan dan pendidikan dijamin. Bisa bertemu banyak teman baru, rasanya seperti saudara,” ucap Hasyiela.

Hal senada disampaikan Erlangga Frenky, siswa kelas 2 SMP. “Sekolah ini meringankan beban orang tua karena gratis. Suasananya juga menyenangkan, nyaman, dan penuh teman,” ujarnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bukan Sekadar Tempat Baca, Wabup Bangkalan Ingin Perpustakaan Jadi Ruang Belajar Pelajar
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:51

Bukan Sekadar Tempat Baca, Wabup Bangkalan Ingin Perpustakaan Jadi Ruang Belajar Pelajar

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Berita Terbaru