JEMBER, RadarBangsa.co.id – Status baru disandang RSD dr Soebandi Jember setelah resmi ditetapkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama oleh Kementerian Kesehatan RI. Kebijakan ini bukan sekadar prestise, tetapi menjadi langkah strategis memperkuat layanan kesehatan dan pendidikan dokter di wilayah Tapal Kuda.
Penetapan tersebut menjadikan RSD dr Soebandi sebagai satu dari dua rumah sakit di Jawa Timur dengan status tertinggi tersebut, sejajar dengan RS dr Soetomo Surabaya. Dampaknya, akses layanan kesehatan rujukan dan pendidikan medis kini semakin dekat bagi masyarakat Jember dan sekitarnya.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan capaian ini lahir dari proses seleksi nasional yang ketat. “Dari 228 rumah sakit di Indonesia, hanya 13 yang lolos. RSD dr Soebandi bahkan masuk peringkat lima nasional. Ini menunjukkan kualitas layanan kita sudah sangat kompetitif,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, peningkatan status ini penting untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang terus meningkat. “Dengan status ini, masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke kota besar untuk mendapatkan layanan rujukan. Kita ingin pelayanan cepat, tepat, dan berkualitas ada di Jember,” tegasnya.
Dari sisi kesiapan, rumah sakit ini didukung 160 dokter, termasuk 66 dokter spesialis dan 31 subspesialis. Ketersediaan SDM tersebut menjadi fondasi utama dalam pengembangan rumah sakit pendidikan berbasis layanan.
Selain itu, peluang pendidikan dokter spesialis juga semakin terbuka. “Dokter umum kini bisa melanjutkan pendidikan spesialis di Jember. Bahkan, kita siapkan program ortopedi mulai tahun depan,” kata Fawait.
Pemerintah daerah juga menyoroti dampak langsung terhadap tenaga kesehatan. “Kami menerima banyak testimoni bahwa kesejahteraan nakes semakin baik. Ini penting agar pelayanan ke masyarakat juga semakin optimal,” ungkapnya.
Ke depan, Pemkab Jember menargetkan RSD dr Soebandi naik menjadi rumah sakit tipe A. “Ini bukan akhir, tapi awal. Target kami jelas, layanan kesehatan kelas atas harus bisa dinikmati warga Jember sendiri,” pungkasnya.
Lainnya:
- Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Penulis : Herry
Editor : Zainul Arifin








