Bupati Jember: RSD dr Soebandi Kini Setara RS dr Soetomo Surabaya

Jumat, 24 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana RSD dr Soebandi Jember usai penetapan sebagai RS pendidikan utama, Kamis (23/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Suasana RSD dr Soebandi Jember usai penetapan sebagai RS pendidikan utama, Kamis (23/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JEMBER, RadarBangsa.co.id – Status baru disandang RSD dr Soebandi Jember setelah resmi ditetapkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama oleh Kementerian Kesehatan RI. Kebijakan ini bukan sekadar prestise, tetapi menjadi langkah strategis memperkuat layanan kesehatan dan pendidikan dokter di wilayah Tapal Kuda.

Penetapan tersebut menjadikan RSD dr Soebandi sebagai satu dari dua rumah sakit di Jawa Timur dengan status tertinggi tersebut, sejajar dengan RS dr Soetomo Surabaya. Dampaknya, akses layanan kesehatan rujukan dan pendidikan medis kini semakin dekat bagi masyarakat Jember dan sekitarnya.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan capaian ini lahir dari proses seleksi nasional yang ketat. “Dari 228 rumah sakit di Indonesia, hanya 13 yang lolos. RSD dr Soebandi bahkan masuk peringkat lima nasional. Ini menunjukkan kualitas layanan kita sudah sangat kompetitif,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, peningkatan status ini penting untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang terus meningkat. “Dengan status ini, masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke kota besar untuk mendapatkan layanan rujukan. Kita ingin pelayanan cepat, tepat, dan berkualitas ada di Jember,” tegasnya.

Dari sisi kesiapan, rumah sakit ini didukung 160 dokter, termasuk 66 dokter spesialis dan 31 subspesialis. Ketersediaan SDM tersebut menjadi fondasi utama dalam pengembangan rumah sakit pendidikan berbasis layanan.

Selain itu, peluang pendidikan dokter spesialis juga semakin terbuka. “Dokter umum kini bisa melanjutkan pendidikan spesialis di Jember. Bahkan, kita siapkan program ortopedi mulai tahun depan,” kata Fawait.

Pemerintah daerah juga menyoroti dampak langsung terhadap tenaga kesehatan. “Kami menerima banyak testimoni bahwa kesejahteraan nakes semakin baik. Ini penting agar pelayanan ke masyarakat juga semakin optimal,” ungkapnya.

Ke depan, Pemkab Jember menargetkan RSD dr Soebandi naik menjadi rumah sakit tipe A. “Ini bukan akhir, tapi awal. Target kami jelas, layanan kesehatan kelas atas harus bisa dinikmati warga Jember sendiri,” pungkasnya.

Penulis : Herry

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru